Singkil – Sungguh miris, Rumah Layak Huni (RLH) yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditemukan dengan kondisi tanpa septic tank serta atap bocor bila cuaca hujan di Desa Suka Makmur, Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, Jumat, 08 Juli 2022.
Padahal pembangunan rumah layak huni yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu itu adalah merupakan salah satu dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh (Aceh Seuniya).
Hal itu diungkapkan Nuri kepada Reporter saat sedang melaksanakan tugas jurnalistik ke Desa Suka Makmur.
“Belum dibangun (septic tank),” kata Nuri anak dari penerima manfaat RLH, Herman saat dikonfirmasi, Jum’at, 08 Juli 2022.
Dengan kurangnya komponen bangunan RLH itu (septic tank) diduga mengangkangi Peraturan Gubernur Aceh Nomor 145 Tahun 2016. Sebagaimana diketahui dari lampiran peraturan tersebut, bahwa pembangunan RLH harus memenuhi minimal komponen kelengkapan bangunan sebagai berikut :
1. Pondasi;
2. Kolom balok pengikat (sloof), ring balk;
3. Dinding;
4. Pintu, Jendela (lengkao dengan kosen dan pengunci);
5. Lantai;
6. Kamar mandi/WC;
7. Plafond;
8. Kuda-kuda;
9. Penutup atap;
10. Saluran pembuangan air kotor & kotoran (sanitasi).
Terdapat 5 unit rumah layak huni di Desa Suka Makmur ini dilakukan pembangunan melalui anggaran APBA Tahun 2020 lalu.
Untuk menelusuri lebih dalam, awak media mencoba mengunjungi salah satu KPM rumah layak huni lainnya, dari pantauan ditemukan hal yang sama, yakni RLH yang diterima warga Desa Suka Makmur, A.n Asril juga ditemukan septic tank belum selesai dikerjakan.
“Belum siap,” kata Asril sambil menunjuk lokasi septic tank yang masih terbengkalai, Jum’at 08 Juli 2022.
Tambah Asril mengatakan pada waktu itu dirinya diminta untuk menandatangani surat serah terima dan telah melaksanakannya, dengan ketentuan pekerjaan septic tank itu akan diselesaikan kemudian, namun hingga saat ini masih belum diselesaikan.
Sebelumnya orang tua Asril juha mengatakan tidak hanya septic yang belum selesai, tapi kondisi atap rumah juga bocor bila cuaca hujan.
“Sampai sekarang bocor, memang sudah di lem tapi tetap bocor,” ungkapnya, Jum’at, 08 Juli 2022.
Hingga berita ini tayang, pihak terkait yang dimintai konfirmasi masih belum menanggapi.
Reporter : Ahmad Azs








