Banda Aceh – Lembaga Pengabdian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk yang diadakan di SD 57 Negeri Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Acara tersebut berlangsung pada Kamis 28 Juli hingga sampai 30 Juli 2022. Nanti Kegiatan ini akan dilaksanakan juga pada MIN 5 Kota Banda Aceh mulai tanggal 8 Agustus hingga sampai 10 Agustus 2022.
Sosialisasi Edukasi Literasi Digital Sebagai Upaya Penanggulangan Dampak Negatif Smartphone Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai media pembelajaran agar siswa memahami penggunaan smartphone dengan cerdas dan bijak.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh pengabdi yang terdiri dari Dr. Hamdani M. Syam, M.A, akademisi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Dr. Nazaruddin, M.Ed akademisi Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK). Turut dibantu oleh empat mahasiswa, Wendi Amiria dan Ghaitsa Al-zahira Zulvita dari Prodi Ilmu Komunikasi, serta Sri Laras Thesa dan Rifani dari Prodi Pendidikan Ekonomi.
Program pengabdian ini merupakan kegiatan pembuatan materi edukasi terkait dampak buruk dari penggunaan smartphone. Dalam agenda ini anak-anak dibekali dengan pengetahuan mengenai dampak negatif dari penggunaan perangkat gawai pintar, berupa smartphone. Program yang diketuai oleh Dr. Hamdani ini menghadirkan dua jenis produk edukasi yaitu buku komik dan buku cerita.
Agenda dari LPPM USK ini dimulai dengan pretest kepada siswa kelas 5 dan 6 sebagai observasi awal untuk melihat pengetahuan para siswa mengenai penggunaan smartphone atau internet. Kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi pemaparan materi penggunaan smartphone atau internet secara bijak dan dilanjutkan dengan sesi membaca komik dan buku cerita.
“Pada sesi terakhir nanti akan dilakukan post test untuk melihat ada tidaknya peningkatan pengetahuan para siswa setelah diberikan materi edukasi,” kata Ketua Tim Pengabdi, Hamdani.
Hamdani juga mengatakan, bahwa melihat era saat ini penggunaan smartphone tidak bisa dihindari lagi, sehingga program ini diharapkan nantinya mampu menghasilkan produk edukasi digital yang berupa buku cerita dan buku komik yang berkualitas.
“Dengan harapan dikemudian hari materi edukasi tersebut bisa menjadi bahan bacaan para siswa sebagai pembimbing dalam tindakan penggunaan smartphone secara cerdas dan bijak,” pungkasnya.








