Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

DKP Minta Kuota Tambahan BBM Bersubsidi

Admin1 by Admin1
16/09/2022
in Nanggroe
0
KKP Tangkap Dua Kapal Operasikan Alat Tangkap Trawl di Perairan Aceh

Nelayan. ©2012 Merdeka.com

BANDA ACEH – Nelayan di Aceh masih kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah Provinsi saat ini sedang meminta penambahan kuota kepada pihak terkait agar kebutuhan melaut para nelayan terpenuhi dengan baik.

 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Aliman menyatakan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya agar ada tambahan kuota BBM bersubsidi bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN)/Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN).

“Sebagian SPBUN di Aceh mengharapkan adanya tambahan kuota BBM bersubsidi (solar) 255 kilo liter per bulan, karena selama ini masih kurang,” kata Aliman, di Banda Aceh seperti dikutip dari Antara, Jumat, 16 September 2022.

Aliman menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi penyaluran BBM bersubsidi dan rencana penambahan kuota sebagai upaya pengendalian inflasi, bersama 11 dari 15 SPBUN/SPDN yang aktif atau beroperasi di Aceh.

Para pemilik dan pengelola SPBUN/SPDN yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut umumnya mengeluhkan tentang terbatasnya kuota BBM subsidi yang dimiliki. Sedangkan kebutuhan di lapangan cukup banyak.

Sejumlah SPBUN yang membutuhkan penambahan kuota tersebut yakni SPBUN Muara Batu Aceh Utara, Ujung Serangga Abdya, Pusong Lhokseumawe, Kemudian Lhok Pawoh, Tapaktuan, dan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan.

Aliman menuturkan, pihaknya sejauh ini belum mendapatkan hasil pasti terkait berapa sebenarnya kebutuhan setiap SPBUN per bulannya, karena masih dilakukan perekapan data ke masing-masing stasiun.

“Meski demikian kita akan terus berupaya untuk memfasilitasi mereka dengan pihak terkait (Pertamina). Bahkan kami juga akan menyampaikan hal ini pada tim pengendalian inflasi daerah,” ujar Aliman.

Dalam kesempatan ini, Direktur SPDN Muara Batu Aceh Utara Sri Dewi mengaku kesulitan saat menyalurkan BBM kepada nelayan. Karena mereka hanya mendapat kuota dari Pertamina sebanyak 72 kilo liter (KL) per bulan. Sehingga, mereka harus membagikan penyalurannya sebanyak 16 KL per pekan, namun juga tetap habis dalam tiga sampai empat hari.

“Selebihnya nelayan harus menunggu giliran di pekan berikutnya, sehingga sering kali kapal harus diikat di dermaga sampai diperolehnya BBM berikutnya,” kata Sri Dewi.

Hal senada juga disampaikan Ermisal, pengelola SPDN Koperasi Perikanan Refca di PPI Ujung Serangga Abdya itu menuturkan bahwa mereka hanya mendapatkan kuota BBM solar bersubsidi 80 KL per bulan, dan kondisi ini sudah berjalan selama 8 tahun.

Sementara jumlah kapal pancing ukuran 30 GT ke bawah sudah banyak bertambah. Sehingga setiap tanggal 20 bulan berjalan stok BBM nya sudah habis.

“Kondisi ini menyebabkan nelayan kesulitan untuk mendapatkan BBM agar tetap bisa melaut setelah tanggal itu, karenanya kita mengharapkan adanya penambahan kuota,” kata Ermisal.

Sumber: viva.co.id

Previous Post

Warga Aceh Tenggara Bersihkan Puing Puting Beliung

Next Post

Dua Terduga Pelaku Penembakan di Baktiya Ditangkap

Next Post
Kejaksaan Ungkap Analis Muda Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Impor Baja

Dua Terduga Pelaku Penembakan di Baktiya Ditangkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

04/09/2026
Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

04/09/2026
Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

04/09/2026
Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026
Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

04/09/2026

Terpopuler

KKP Tangkap Dua Kapal Operasikan Alat Tangkap Trawl di Perairan Aceh

DKP Minta Kuota Tambahan BBM Bersubsidi

16/09/2022

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com