Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Guru Besar UGM Bahas Strategi Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan Tinggi di UIN Ar-Raniry

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/10/2022
in Kampus
0

BANDA ACEH – Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Irwan Abdullah, MA menyampaikan Kuliah Umum tentang peningkatan kualitas mutu pengelolaan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung Aula Pascasarjana kampus setempat, Rabu (13/10/2022).

Di awal paparannya, Prof Irwan dalam pengantar kuliah umumnya mengusik keberadaan para pendidik atau dosen terkadang tidak sadar bahwa kehadirannya pada suatu ruang menjadi fodansi perubahan. Sehingga ketidak hadirannya dalam ruang kuliah yang sudah ditunggu oleh mahasiswa menjadi hal yang biasa, padahal kehadiran dosen dalam ruang kuliah bagi mahasiswa akan memberi inspirasi, motivasi dalam menciptakan perubahan dalam diri dan lingkugannya. Ini juga yang menjadi fondasi perubahan untuk mewujudkan institusi pendidikan yang kokoh, berwibawa serta dapat memberi martabat warga (dunia) dalam menghadapi tantangan zaman.

Guru Besar Antropologi UGM mengenang beberap model perkuliahan dulu yang sudah sangat tidak relevan pada zaman sekarang, seperti ada istilah mahasiswa tidak boleh lebih pintar dari dosen, atau dosen semalam lebih pintar dari pada mahasiswa. Pola seperti itu menunjukkan ketidak ikhlasan dan ketidak totalitas pendidik dalam mencurahkan ilmu pada anak didiknya. Kalau model paradigma seperti ini terus membudaya, maka institusi pendidikan kita akan terus terbelakang.

“Di sisi lain, seharusnya pendidikan kita harus mampu mengkontekstulisasikan keilmuannya dengan wacana-wacana sesuai dengan kehidupan terkini dan globalisasi. Contoh dulu UIN Ar-Raniry terkenal dengan bahasa Inggrisnya, kenapa terkenal maju? karena saat itu UIN Ar-Raniry mampu mengkontekstualkan kebutuhan global khususnya dari segi bahasa yang menjadi kebutuhan global. Namun sekarang, hal ini sudah tidak seperti itu lagi, orang gak lagi bangga dengan bahasa Inggrisnya karena sudah menjadi hal biasa di kalangan anak didik. Sehingga perlu dilakukan mengkontekstualisasikan pada hal-hal terbaru sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Irwan.

Perekrutan Mahasiswa
Prof Irwan Abdullah menjelaskan, saat ini persaingan institusi pendidikan semakin tinggi, penjaringan calon mahasiswa yang berkualitas pun sangat penting. Banyak calon mahasiswa berkualitas justru lebih memilih kuliah keluar Negeri, terlebih akses informasi dan aplikasinya sudah sangat mudah dilakukan.

Lebih lanjut Guru Besar UGM ini memberi contoh, salah satu perguruan tinggi di Singapure, mereka mencari calon mahasiswa yang berkualitas dengan menghubungi langsung calon mahasiswa yang memiliki prestasi untuk kuliah di kampusnya dengan menawarkan beasiswa.

Untuk itu, Irwan berpendapat, bahwa pendidikan tinggi perlu upaya melepaskan diri pada financial mahasiswa, sehingga perlu ada upaya menggalakkan scholarship – scholarship bagi mahasiswa dari siapa saja, dimulai dari diri kita sendiri semampu kita. “Hal ini yang juga sudah saya praktikkan di kampus UGM dari pendapatan saya pribadi. Kita bisa mulai dari scholarship anak pinggiran, scholarship anak yatim, keluarga miskin dan lain sebagainya”.

Produk Unggulan
Prof Irwan menyebutkan, bahwa daya saing perguruan tinggi yang semakin ketat, perguruan tinggi harus menunjukkan produk unggulan. UIN Ar-Raniry perlu mengembangkan sebuah program studi yang menjadi produk unggulan dan sesuai dengan sejarah ataupun kondisi kedaerahannya.

“Sebagai contoh, UIN Ar-Raniry perlu buka Prodi Resolusi Konflik, karena konflik di Aceh berhasil menuju perundingan dan perdamaian sehingga orang lain khususnya daerah-daerah yang masih berkonflik akan belajar ke UIN Ar-Raniry dengan adanya produk unggulan tersebut,” kata dia.

Dalam paparanya, Prof Irwan juga menggambarkan terkait studi new media. Hari ini kita perlu prodi-prodi baru yang bisa menjawab berbagai persoalan terkini. Misal, prodi mana yang bisa menjawab persoalan haji melalui metavers. Tata laksana haji dilaksanakan dalam ruang metavers, Berapa banyak konflik dalam keluarga bahkan terjadi perceraian karena media sosial.

“Kondisi mediasisasi menjadi personalisasi. Hari ini banyak ruang sosial hilang, tempat pengajian tergantikan dengan ruang media sosial dan media massa. Padahal emosi perlu dibangun sebagai pengikat hubungan. Namun sekarang hubungan emosi ini diganti dengan emoticon. Sehingga perlu dibangun metode-metode penelitian baru yang dapat mengkaji persoalan-persoalan sekarang ini. Dan di sini peluang perguruan tinggi untuk menghadirkan produk unggulnya,” ucap pria kelahiran Aceh Utara, 8 September 1963.

Di akhir materinya, Prof Irwan Abdulah merumuskan bahwa ada empat arah penataan pendidikan untuk terwujudnya institusi pendidikan yang kokoh dan berwibawa, pertama mutu dan relevansi pendidikan, penelitian dan pengabdian, kedua adalah kapasitas institusi dalam pengembangan SDM, selanjutnya yang ke tiga adalah infrastruktur pendidikan bertaraf internasional, serta poin terakhir adalah sistem rekrutmen dan penerimaan mahasiswa.

Sebelumnya, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman, MAg dalam sambutannya menyebutkan bahwa tema peningkatan kualitas mutu pendidikan Ar-Raniry sudah pernah dibahasnya sejak dua tahun yang lalu bersama Prof. Irwan di Yogjakarta, kuliah umum ini menjadi tindak lanjut pembahasan tersebut dalam upaya mewujudkan kualitas mutu pendidikan UIN Ar-Raniry.

Rektor menambahkan, kuliah umum ini menjadi sangat penting bagi pengelola kampus untuk mendapatkan wawasan dalam pengembangan dan peningkatan mutu pengelola pendidikan tinggi di UIN Ar-Raniry. Sehingga kuliah umum ini harus diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan.

“Kita berterima kasih atas kesediaan Prof Irwan yang telah menyempatkan waktu di tengah kesibukan dan padatnya jadwal aktivitas akademiknya. Kita harapkan bimbingan untuk memberi kita pemahaman yang sama dalam bekerja untuk menuju akreditasi AIPT Unggul UIN Ar-Raniry pada tahun 2024 mendatang,” pungkas Prof Mujib.

Kuliah Umum tersebut dipandu langsung Direktur Pascarajana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, PhD, berlangsung santai namun penuh inspirasi dan motivasi pengembangan kampus kedepan. [*]

Previous Post

SMAN 3 Banda Aceh Raih Berbagai Prestasi Siswa di Tingkat Nasional

Next Post

Usai Pertemuan dengan Puan, Airlangga Sebut KIB Belum Putuskan Berkoalisi dengan PDIP

Next Post

Usai Pertemuan dengan Puan, Airlangga Sebut KIB Belum Putuskan Berkoalisi dengan PDIP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

08/07/2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

08/07/2026
Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

08/07/2026
Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

08/07/2026
Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

08/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

Ketua Komisi ll Surya Asmadi Dan Iwapi Panen Buah Alpukat Premium Di sawang ll

Raker Tahunan Dayah Darul Quran Aceh Perkuat Sinergi Sambut Tahun Ajaran Baru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com