Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aksi Teatrikal Tolak Telur Ayam Baterai di Indonesia, Dipaksa Tahan Penderitaan

Admin1 by Admin1
11/12/2022
in Ekonomi
0

Jakarta – Perwakilan Act For Farmed Animals (AFFA), menyerahkan surat permintaan dan sertifikat penghargaan untuk meminta agar Subway memiliki standar dengan kesejahteraan hewan yang lebih tinggi di Indonesia. Surat itu menyatakan bahwa Subway tidak menanggapi permintaan pelanggan mereka, konsumen telur ayam, di Indonesia.

Namun, selama berbulan-bulan, Subway tidak memberikan tanggapan apa pun terhadap pesan dan email yang dikirimkan kepada mereka. Oleh sebab itu, Koalisi NGO yang terdiri dari Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja menggelar aksi teatrikal di depan kantor pusat Subway, tepatnya di kantor MAP, Gedung Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, Indonesia.

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye AFFA yang meminta Subway Indonesia untuk membuat komitmen supaya menghentikan suplai telur dari peternakan yang mengurung ayam dalam kandang kecil dan penuh sesak.

Manajer Kampanye AFJ, Angelina Pane, mengatakan, Subway telah mengumumkan komitmen untuk beralih dari telur yang berasal dari sistem kandang yang kontroversial, yang mengurung jutaan ayam dalam kandang baterai di banyak negara Asia lainnya.

“Seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Korea Selatan. Namun, secara kontradiktif Subway belum merilis kebijakan tersebut untuk Indonesia,” kata dia, Sabtu, 10 Desember 2022.

Selain itu, ia menyampaikan, aksi teatrikal ini menampilkan kenyataan di balik penyajian menu Subway. Dua aktivis berdiri dengan mengenakan apron hijau dan topi kuning sambil memegang sandwich penuh darah dan menginjak kandang baterai.

“Aksi ini menggambarkan ayam petelur yang terpaksa menahan penderitaan untuk menjadi penghasil telur bagi perusahaan makanan cepat saji ini,” ungkapnya.

Di sela aksinya, perwakilan AFFA diterima oleh pihak Safety and Security PT MAP Boga Adiperkasa dan District Manager Subway Indonesia untuk melakukan diskusi mengenai permintaan yang diberikan. Meskipun belum tercapai kesepakatan, pertemuan ini membuka jalan untuk melakukan komunikasi lebih lanjut.

Kandang baterai dianggap sebagai salah satu praktik paling kejam dalam industri peternakan

Kandang baterai yang konvensional telah dilarang di banyak negara Uni Eropa dan di beberapa negara bagian AS, karena dianggap sebagai salah satu praktik paling kejam dalam industri peternakan.

Ayam di peternakan kandang baterai dijejalkan dalam ruang yang sempit sehingga mereka tidak dapat merentangkan sayap sepenuhnya atau melakukan perilaku alami mereka, seperti bersarang, mandi debu, atau bertengger.

Menurut Otoritas Keamanan Pangan Eropa, peternakan yang menggunakan kandang baterai lebih rentan terkontaminasi bakteri salmonella yang dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi kesehatan masyarakat, dibandingkan dengan peternakan tanpa kandang baterai. Bakteri tersebut telah menyebabkan 155 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Selain itu menurut Angelina, Subway membanggakan dalam situs web internasionalnya mengenai komitmen mereka untuk meningkatkan kesejahteraan hewan secara global, namun kenyataannya Indonesia masih tertinggal.

“Jutaan ayam dipaksa hidup sengsara di kandang baterai di negara kita, dan Subway mengabaikan hal ini. Kami meminta mereka memiliki rasa hormat yang sama terhadap konsumen, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan di Indonesia. Kami menginginkan standar yang sama yang telah mereka miliki di negara lain,” ungkap di

Sumber: Tempo

Previous Post

Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp 1 Juta per Gram, Apa Saja Pemicunya?

Next Post

Kata Sandiaga soal Kemungkinan Tinggalkan Gerindra

Next Post

Kata Sandiaga soal Kemungkinan Tinggalkan Gerindra

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

09/07/2026
Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

09/07/2026
139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

09/07/2026
Polresta Banda Aceh Tangkap Residivis Pencurian Bongkar Rumah Warga

Polresta Banda Aceh Tangkap Residivis Pencurian Bongkar Rumah Warga

09/07/2026
Tim Gabungan Tangkap WN China Selundupkan Emas 2.989 Gram di Aceh

Tim Gabungan Tangkap WN China Selundupkan Emas 2.989 Gram di Aceh

09/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Ketua Komisi ll Surya Asmadi Dan Iwapi Panen Buah Alpukat Premium Di sawang ll

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Petani Pokat,Kopi Dan Durian Sawang Sambangi Kediaman Bupati Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com