TAKENGON – Fakultas Syariah Dakwah dan Ushuluddin (FSDU) IAIN Takengon menggelar webinar Peluang dan Tantangan Prodi Pariwisata Syariah di Era 5.0, Jumat, 09 Desember 2022.
Webinar menghadirkan pemateri Dr. Ahmad Solihin Siregar, MA (Dekan FSDU IAIN Takengon) sebagai keynote Speaker, Dr. Syaripuddin, M.Si (Dekan FEB Universitas Islam Kebangsaan Indonesia) dan Amriyanto Amir (Praktisi Pariwisata Malaysia).
Kegiatan ini berupaya menampung aspirasi dan masukan dalam rangka pengembangan Prodi Pariwisata Syariah di IAIN Takengon.
IAIN Takengon baru saja mendirikan prodi pariwisata syariah yang merupakan prodi baru di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Saat ini, ada beberapa PTKI yang telah membuka prodi Pariwisata Syariah, diantaranya UIN Bukittingi dan UIN Batusangkar.
Peluang serta tantangan pengembangan Prodi Pariwisata Syariah dikemukakan oleh beberapa pemateri, kemudian dibahas secara mendalam melalui diskusi. Dr. Ahmad Solihin sebagai keynote speaker.
“Tantangan terbesar Prodi Pariwisata Syariah adalah merumuskan epistemologi keilmuan. Sebagai keilmuan baru, perlu dirumuskan apa yang membedakan keilmuan pariwisata syariah dengan ilmu pariwisata,” ujarnya.
Hal tersebut dipertegas Amriyanto sebagai Praktisi Pariwisata yang menuturkan pentingnya merumuskan ontologi, epistemologi dan aksiologi keilmuan pariwisata syariah.
“Hal inilah yang nantinya akan jelas membedakan pariwisata syariah dengan pariwisata pada umumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FEB Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Dr. Syaripuddin, M.Si dalam materinya menyampaikan pentingya menjadikan pariwisata halal sebagai daya tarik untuk wisatawan.








