Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

RI Resmi Punya Dua Kapal Perang Baru Buatan Sendiri

Atjeh Watch by Atjeh Watch
18/05/2023
in Nasional
0
RI Resmi Punya Dua Kapal Perang Baru Buatan Sendiri

Indonesia resmi memiliki dua kapal perang baru buatan PT PAL Indonesia yang terdiri dari Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 m ke-5 dan ke-6. (ANTARA/HO-PT PAL Indonesia)

Jakarta – Indonesia resmi memiliki dua kapal perang baru buatan PT PAL Indonesia yang terdiri dari Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 m ke-5 dan ke-6.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali resmi melakukan ship-naming kedua kapal itu di Surabaya, Rabu (17/5).

“Dengan dibangunnya kedua kapal ini akan semakin meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara dalam mengamankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan di laut,” ujar Ali dalam peresmian.

Ali mengumumkan kedua kapal perang tersebut diberi nama KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626.

Ali mengatakan kehadiran dua kapal perang ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia dari segi pertahanan laut sesuai dengan perencanaan strategi dan postur kekuatan yang telah ditetapkan.

Dia menjelaskan pemilihan nama kapal ini adalah simbol atas harapan dan cita-cita untuk kedua kapal tersebut.

Kapak dan Panah, kedua nama KRI tersebut diambil dari nama senjata tradisional suku Asmat Papua Barat. Nama Kapak yang memiliki keunggulan kuat, kokoh, dan tajam digunakan sebagai simbol jati diri yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan di wilayah Papua bahkan NKRI.

“Penggunaan nama senjata tradisional dari Papua tersebut juga sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI,” ucap KSAL.

Penamaan KRI Kapak-625 diharapkan dapat mengadaptasi filosofi Kapak yang tahan terhadap berbagai tantangan baik tantangan alam maupun serangan musuh.

Sedangkan nama Panah sebagai senjata yang elastis, tidak dapat dibelokkan setelah dilepas dan melesat cepat menuju sasaran. KRI Panah-626 diharapkan menjadi simbol filosofi alat pertahanan dan berburu yang dapat membidik sasaran secara cepat, akurat, serta kemampuan fisik yang kuat dan tanpa ragu.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 merupakan proyek KCR 60 meter pertama yang efektif dalam satu kontrak.

Kaharuddin menyampaikan bahwa kedua kapal ini telah sukses menjalankan Sea Acceptance Test (SAT) dengan mampu mencapai kecepatan rata-rata melebihi kecepatan yang disyaratkan dalam kontrak.

“Hal ini tentu menjadi bukti bahwa dari sisi desain, performance dan stability tidak ditemukan masalah berarti, justru pencapaian ini menjadi wujud improvement terhadap varian KCR 60 m,” ujar Kaharuddin Djenod.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

NasDem Bakal Konsultasi ke KPU soal Nasib Pencalegan Johnny Plate

Next Post

Catur Wulan Pertama 2023, ASN Pemerintah Aceh Mendonor Darah 3.058 Kantong

Next Post
Catur Wulan Pertama 2023, ASN Pemerintah Aceh Mendonor Darah 3.058 Kantong

Catur Wulan Pertama 2023, ASN Pemerintah Aceh Mendonor Darah 3.058 Kantong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

05/08/2026
Berjalan Kaki ke Sekolah, Enam Siswa SMAN 1 Julok Butuh Sepeda

Berjalan Kaki ke Sekolah, Enam Siswa SMAN 1 Julok Butuh Sepeda

05/08/2026
33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di Aceh

33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di Aceh

05/08/2026
USK dan PKKHY Kembangkan Model Pemulihan Kesehatan Mental Anak Pascabencana di Aceh

USK dan PKKHY Kembangkan Model Pemulihan Kesehatan Mental Anak Pascabencana di Aceh

05/08/2026
Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

05/08/2026

Terpopuler

RI Resmi Punya Dua Kapal Perang Baru Buatan Sendiri

RI Resmi Punya Dua Kapal Perang Baru Buatan Sendiri

18/05/2023

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com