Syekh Usamah lantik Pengurus Baru IKAT Aceh dengan “hadist musalsal bil alawwiyah”. Acara pelantikan ini dilaksanakan pada Sabtu pagi (6/6) di gedung Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Dalam sambutannya, Syekh Usamah Azhari mengungkapkan bahwa beliau segaja mengijazahkan serta melantik kepengurusan baru IKAT Aceh dengan membacakan hadis tersebut, melihat bahwa pelantikan ini merupakan permulaan bagi kepengurusan IKAT Aceh periode 2023-2026.
Lebih lanjut dia juga mengharapkan dengan pembacaan “Hadist musalsal bil Awwaliyah” pada pelantikan ini.
“Pergerakan IKAT Aceh senantiasa berjalan di atas akhlak-akhlak yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw, dan menjadi corong yang menggambarkan Islam dengan penuh rahmat dan kasih sayang serta mengajak pada perdamaian,” katanya.
Hal ini sejalan dengan tradisi yang dijalankan ulama hadis sebelum memulai majlis-majlis hadis dan mengkaji hadis lebih lanjut. Hadis tersebut juga menjadi sebuah bentuk komitmen para ahli hadis dalam menjaga perdamaian dunia.
Di samping itu, Tgk. Khalid Mudatstsir, Lc., MA. dalam kata-kata sambutannya mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan IKAT Aceh harus berangkat dari upaya untuk mencari ridha Allah.
“Saudara-saudara yang saya muliakan. Kita yang berdiri di sini hari ini sebagai pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh tidak sedikitpun pantas berharap selain ridha Allah.”
“Kita berdiri di sini bukan demi harta, bukan pula demi kedudukan, apalagi mencari pamor. Maka ikhlaslah pada setiap pekerjaan. Ikhlaslah! Ikhlaslah!”
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh pelantun nasyid Internasional, Mostafa Atef, Imam Masjid Raya, lembaga pemerintahan serta petinggi pesantren-pesantren Aceh dan pula ikut dimeriahkan oleh penampilan Rapai Geleng dari Geuma Pasee Nanggroe, RIAB.[]

![[Opini] Membangun Sistem Administrasi Negara yang Efektif dan Responsif di Era Digital](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-18-at-18.19.40-75x75.jpeg)









