BLANGPIDIE – Para petani di Kabupaten Aceh Barat Daya, memperbaiki talang irigasi yang telah patah, Sabtu (24/06/2023).
Talang irigasi tersebut berpungsi untuk akses pengairan air sawah. Jika saluran irigasi itu tidak segera diperbaiki, maka risikonya para petani tidak bisa membajak sawah karena air tidak bisa mengairi sejumlah lahan sawah yang ada.
Anasmiadi, Imuem Mukim Guhang yang juga selaku Koordinator aksi cepat tanggap itu menyampaikan bahwa, talang air atau saluruan irigasi tersebut mengairi air ke dua wilayah Kemukiman diantaranya kemukiman Guhang dan Iku Lhung.
“Ada delapan gampong dalam dua kemukiman itu yang membutuhkan akses air untuk lahan persawahan diantaranya Gampong Seunaloh, Guhang, Lhung Asan, Lhung Tarok, Cot Jirat, Ladang Neubok, Asoe Nanggroe dan Gampong Padang Geulumpang,” terangnya.
Anas juga berujar, ini perlu diambil tindakan cepat oleh para petani dan Kuejrung dalam wilayah tersebut, memperbaiki talangan air yang telah patah, tepatnya yang berada di Gampong Seunaloh Kecamatan Blangpidie. Dikarenakan tahapan turun sawah Musim Tanam Rendengan Tahun 2023 akan ikut terkendala.
“Harapan kami para petani kepada pemerintah terkait jangan tutup mata dan dapat segera mengambil sikap. Ini penting karena berkaitan langsung dengan program nasional, yakni ketahanan pangan Indonesia,” ucap Anasmiadi.
Biaya perbaikan saluran irigasi itu, diketahui dari anggaran swadaya 8 gampong melalui Keujrun Blang masing-masing.
“Benar, anggaran yang kita pakai ini adalah dari swadaya delapan gampong,” pungkas Mukim Anasmiadi.
Kabaid Perairan PUPR Abdya, Sabri, SE saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa biaya operasional saluran irigasi tersebut setiap tahun ada, namun kali ini informasinya belum ada.
“Aturannya BOP irigasi tersebut tiap tahun ada, namun untuk tahun ini kabar dari petugas belum turun dari kementerian,” kata Sabri.
Menjawab permintaan dari para masyarakat yang menginginkan pembangunan baru untuk talang irigasi yang sudah patah itu, Sabri mengatakan bahwa pengusulan pembangunannya sudah dinaikkan.
“Pihak kita sudah mengusulkan untuk pembangunan. Namun belum dapat dipastikan ini akan realisasinya kapan,” pungkas Kabaid Perairan PUPR Abdya, Sabri, SE. (Rusman)











