BANDA ACEH – Ketua DPW PA Aceh Besar, Hasballah, menyesalkan pembongkaran situs Rumoh Geudong di Kabupaten Pidie.
Menurut dia, harusnya Rumoh Geudong tetap dipertahankan agar menjadi pengingat sejarah bagi generasi Aceh dimasa depan tentang pahitnya konflik.
“Ini bukan soal warisan dendam tapi lebih ke pengingat agar kasus yang sama tidak lagi terulang di Aceh di masa depan,” ujar Hasballah.
“Konflik panjang pernah terjadi di Aceh, dan negara cenderung menanganinya dengan cara-cara yang salah sehingga muncul berbagai tragedi pelanggaran HAM di Aceh. Salah satunya seperti Rumoh Geudong,” kata Hasballah.
“Harusnya, negara menjadikan Rumoh Geudong sebagai situs sejarah. Agar siapapun presiden dan pemimpin di Indonesia, tidak lagi mengulang hal yang sama,” ujarnya.
Hasballah mengajak semua pihak untuk mempertahankan sisa-sisa Rumoh Geudong.
“Bangun Museum Sejarah di area Rumoh Geudong. Nanti bangunan dan lainnya bisa dipajang dalam museum tadi. Ini bukan mewarisi dendam ke generasi di masa depan, tapi lebih ke pengingat tentang pahitnya konflik,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini.
“Negara juga tak lagi mengulang hal yang sama di masa depan,” ujarnya.











