Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Elit Politik Serukan People Power, Sekjen Brigadir Nasional Aceh: Rakyat Sudah Lelah dengan Ajakan Mereka

Admin1 by Admin1
03/07/2023
in Nanggroe
0
Elit Politik Serukan People Power, Sekjen Brigadir Nasional Aceh: Rakyat Sudah Lelah dengan Ajakan Mereka

Banda Aceh – Seruan people power yang diajukan oleh ketua majelis syura Partai Ummat Amien Rais dan Ketua Dewan pembina LSM Mega Bintang Mudrick Setiawan MS untuk memakzulkan presiden dinilai tak lebih dari upaya inkonstitusional dan makar.

“Setiap jelang tahun politik wacana-wacana begini kerap muncul dan dijadikan alat untuk menarik daya empati masyarakat. Bahkan mirisnya setelah pesta demokrasi berakhir dan sasaran elit tercapai rakyat kembali dilupakan. Sehingga lagi-lagi rakyat yang dikorbankan,” ungkap Sekretaris Umum DPD Brigade Nasional Provinsi Aceh Delky Nofrizal Qutni, Senin 3 Juli 2023.

Menurut Delky, Gerakan people power yang diwacanakan tersebut adalah gerakan yang sifatnya tidak konstruktif, inkonstitusional dan memiliki konsekuensi negatif bagi stabilitas sosial dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Sementara ketika ada korban jiwa para elit justru tak bertanggung jawab seperti sebelumnya. “People power dalam pengertian menggulingkan kekuasaan yang notabenenya memang akan berakhir tentunya hanya sebatas sensasi untuk menarik dukungan rakyat. Istilah ini sempat populer pada Pemilihan Umum 2019 karena dianggap curang, cuma endingnya masyarakat bisa lihat sendiri ternyata para elit sedang bersandiwara dengan mengatasnamakan rakyat tanpa memikirkan konsekuensi bagi rakyatnya,” jelasnya.

Kata Delky, bahwa dalam segala hal khususnya pemilu, tidak boleh ada politisasi identitas yang dijadikan alat untuk mempengaruhi rakyat. “Sejak kapan ada istilah jihad untuk merusak tatanan negara, yang dianjurkan didalam agama itu justru hubbul wathan minal iman yang artinya mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. Makanya lagi-lagi kami katakan rakyat sudah lelah dengan mereka para elit yang menjadikan rakyat sebagai tameng merebut kekuasaan padahal ketika berkuasa juga tak mampu membawa perubahan signifikan,”sebutnya.

Melihat kondisi itu, mantan Kabid Advokasi FPMPA itu mengajak agar masyarakat Aceh agar tidak terpengaruh dengan wacana-wacana politis seperti itu. “Dulu rakyat Aceh sudah berperang lebih dari 30 tahun dan perdamaian sudah terwujud dan kini hidup damai. Aceh juga sempat terbawa arus hegemoni di pemilu 2019 dengan hembusan politik identitas. Namun endingnya lagi-lagi rakyat yang selalu menjadi alat untuk dikorbankan para elit politik, ini yang memilukan,” katanya.

Terkait adanya plus minus dalam sebuah kepemimpinan itu hal yang lumrah, maka ruang untuk menyampaikan pendapat maupun kritikan saat ini terbuka lebar bagi masyarakat sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Untuk itu, silahkan sampaikan pendapatnya dimuka umum sejauh itu untuk kebaikan bangsa bukan merusak stabilitas nasional untuk kepentingan kelompok semata. Jadi, kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap upaya pecah belah kesatuan bangsa yang mengatasnamakan rakyat tetapi hanya ilusi dan jangan sampai terprovokasi oleh wacana-wacana yang tak jelas, yang akhirnya merugikan diri sendiri, kata Delky.

Previous Post

Besok, Jamaah Haji Kloter 1 Kembali Mendarat di Aceh

Next Post

Kementerian PUPR Bakal Perbaiki Rumah Geudong

Next Post
Kementerian PUPR Bakal Perbaiki Rumah Geudong

Kementerian PUPR Bakal Perbaiki Rumah Geudong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

09/07/2026
Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

09/07/2026
139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

09/07/2026
Polresta Banda Aceh Tangkap Residivis Pencurian Bongkar Rumah Warga

Polresta Banda Aceh Tangkap Residivis Pencurian Bongkar Rumah Warga

09/07/2026
Tim Gabungan Tangkap WN China Selundupkan Emas 2.989 Gram di Aceh

Tim Gabungan Tangkap WN China Selundupkan Emas 2.989 Gram di Aceh

09/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Ketua Komisi ll Surya Asmadi Dan Iwapi Panen Buah Alpukat Premium Di sawang ll

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Petani Pokat,Kopi Dan Durian Sawang Sambangi Kediaman Bupati Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com