TAPAKTUAN – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhoktapaktuan, Muklis alias Nek Rayeuk, mengaku gerah dengan pertanyaan-pertanyaan para pihak jelang peringatan hari damai Aceh 15 Agustus 2023.
Hal ini disampaikannya kepada atjehwatch.com, Sabtu 12 Agustus 2023.
“Kegiatan MoU adalah kegiatan semua orang Aceh sebenar nya. Dengan ada nya MoU damai dan nota kesepahaman GAM dan pemerintah RI, maka damai lah RI dan Aceh. Damai GAM/TNI/Polri/masyarakat Aceh, Pemerintah Aceh, Pangdam Aceh, Polda Aceh, Gubernur Aceh dan semua elemen Aceh.”
“Maka kita heran sekarang kenapa setiap ulang tahun MoU yang dipertanyakan kegiatan KPA, ada menaikan bendera atau tidak? Sesudah itu petinggi di atas menyuruh cari dokumentasi. Apa MoU itu kemauan GAM saja?” ujar Nek Rayeuk.
“Damai itu damai bersama, mesti ulang tahun MoU itu ulangtahun bersama Aceh. Kenapa pemerintah Aceh tidak berpikir itu? Apa beda nya dengan ulang tahun tsunami, 17 Agustus! Kok yang tanya tiap tahun kegiatan, kecuali ulang tahun Aceh merdeka itu baru kita kibarkan bendera Aceh Merdeka. Ini Aceh tidak Merdeka.”
“Boleh sampaikan ke pak Polres, Polda, Kodam, gubernur, tahun depan jangan datang nanya kek gitu lagi lah tapi ajak kita sama. Buat panitia menyambut Ulang tahun MoU damai Aceh, semua itu bukan keinginan GAM sepihak tapi semua pihak. GAM juga tidak ada apa-apa.”
Menurutnya, kesejahteraan yang diperoleh eks kombatan pasca MoU hanya sebagian kecil aja yang menikmati. Hal ini sama juga seperti masyarakat biasa juga.
“Kalau butir MoU dipenuhi pusat semua, itu baru ada kesejahteraan kita rasakan ini. Namun ini udah sekian tuhun, selesaipun tidak. Harapan kita kedepan seperti itu. Jangan ada lagi-lah pertanyaan seperti dan ambil dokumentasi. Di yang atas sana, saya harap dapat berpikir bijaksana. Kegiatan ini mestinya itu kegiatan kita semua pihak di Aceh. Damai lah dengah hati. Jangan damai itu indah hanya sebuah slogan saja,” ujar Nek Rayeuk.
“Sebenarnya kalau saya ditanya MoU, dibubarkan saja pun sepakat. Gitu-lah kira-kira, karena cuma hanya seperti ini. Ngapain perang dulu sampai mati, masyarakat dan saudara begitu banyak yang mati, termasuk TNI/Polri.”
“Tapi karena sudah sepakat sepaham untuk damai, maka kita jaga damai itu dengan sebaik baik nya. Perlu kita buat ulangtahun kita buat bersama seluruh masyarakat Aceh, apa baca do,a, santunan anak yatim atau kegiatan lainya itu terserah. Tapi jangan seperti sekarang itu lah. Gak enak kali rasa nya tiap tahun asyik ditanyai, ada kegiatan apa 15 Agustus ini? Macam yang ilegal aja. Macam bukan damai bersama aja kita ini,” ujar dia.











