Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Atlet Aceh Terancam Gagal Berprestasi di PON 2024

Admin1 by Admin1
29/09/2023
in Nanggroe
0
KONI Aceh Serahkan Bonus

Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyatakan atlet dari provinsi itu terancam gagal berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

“Atlet Aceh terancam gagal berprestasi di PON 2024. Padahal, Aceh jadi tuan rumah bersama Sumatera Utara,” kata Ketua Umum KONI Aceh Kamaruddin Abubakar di Banda Aceh, Kamis.

Menurut Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak, ancaman kegagalan meraih prestasi terbaik karena pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet yang dipersiapkan untuk PON terhenti sejak beberapa bulan lalu.

Padahal, pelatda merupakan ajang mempersiapkan atlet secara berkelanjutan. Tanpa persiapan, tentu sulit menghasilkan atlet berkualitas dan mampu bersaing dengan atlet dari provinsi lainnya di seluruh Indonesia.

“Sebagai tuan rumah, KONI Aceh dituntut melahirkan atlet yang mampu meraih medali emas PON 2024. Namun, kami khawatir ini tidak dapat tercapai karena pelatda sudah terhenti sejak beberapa bulan lalu,” katanya.

Abu Razak mengatakan terhenti pelatda atlet PON Aceh karena tidak adanya alokasi anggaran dari Pemerintah Aceh. Anggaran yang dibutuhkan untuk mempersiapkan atlet berprestasi mencapai Rp100 miliar.

“Kebutuhan anggaran berdasarkan perhitungan kami mencapai Rp100 miliar untuk 56 cabang olahraga PON 2024. Alokasi pelatda sebelumnya mencapai Rp30 miliar. Tanpa dukungan anggaran Pemerintah Aceh, tentu sulit melahirkan atlet berprestasi,” katanya.

Kendati belum ada kepastian kapan pelatda PON 2024 dilanjutkan, Abu Razak meminta atlet yang tetap menjaga kondisi agar selalu prima. Begitu juga dengan pengurus cabang olahraga, diminta tetap bersabar terkait pelaksanaan pelatda.

“Target Aceh di PON 2024 masuk 10 besar melebihi pencapaian peringkat di PON Papua yang berada di urutan 12 perolehan medali. Kami menyayangkan terhentinya persiapan atlet di saat Aceh menjadi tuan rumah pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut,” kata Abu Razak.

Selain persiapan atlet, Abu Razak juga menyoroti persiapan pelaksanaan PON 2024, di mana Aceh sebagai tuan rumah. Sampai saat ini, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh belum melakukan langkah konkret seperti pembangunan arena atau venue tempat cabang olahraga dipertandingkan.

Padahal, kata Abu Razak, pelaksanaan PON 2024 kurang dari setahun lagi. Sementara, untuk membangun venue membutuhkan waktu tidak sedikit. Apalagi PON 2024 di Aceh yang membiayai Aceh sendiri.

“Pembangunan venue PON sebelumnya di beberapa provinsi, pemerintah pusat menggucurkan anggaran triliun rupiah seperti di Papua, mencapai Rp10,3 triliun. Tapi, untuk PON 2024, Aceh mengalokasikan anggaran sendiri untuk membangun venue atau stadion,” kata Abu Razak.

Abu Razak mengatakan terhenti pelatda atlet PON Aceh karena tidak adanya alokasi anggaran dari Pemerintah Aceh. Anggaran yang dibutuhkan untuk mempersiapkan atlet berprestasi mencapai Rp100 miliar.

“Kebutuhan anggaran berdasarkan perhitungan kami mencapai Rp100 miliar untuk 56 cabang olahraga PON 2024. Alokasi pelatda sebelumnya mencapai Rp30 miliar. Tanpa dukungan anggaran Pemerintah Aceh, tentu sulit melahirkan atlet berprestasi,” katanya.

Kendati belum ada kepastian kapan pelatda PON 2024 dilanjutkan, Abu Razak meminta atlet yang tetap menjaga kondisi agar selalu prima. Begitu juga dengan pengurus cabang olahraga, diminta tetap bersabar terkait pelaksanaan pelatda.

“Target Aceh di PON 2024 masuk 10 besar melebihi pencapaian peringkat di PON Papua yang berada di urutan 12 perolehan medali. Kami menyayangkan terhentinya persiapan atlet di saat Aceh menjadi tuan rumah pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut,” kata Abu Razak.

Selain persiapan atlet, Abu Razak juga menyoroti persiapan pelaksanaan PON 2024, di mana Aceh sebagai tuan rumah. Sampai saat ini, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh belum melakukan langkah konkret seperti pembangunan arena atau venue tempat cabang olahraga dipertandingkan.

Padahal, kata Abu Razak, pelaksanaan PON 2024 kurang dari setahun lagi. Sementara, untuk membangun venue membutuhkan waktu tidak sedikit. Apalagi PON 2024 di Aceh yang membiayai Aceh sendiri.

“Pembangunan venue PON sebelumnya di beberapa provinsi, pemerintah pusat menggucurkan anggaran triliun rupiah seperti di Papua, mencapai Rp10,3 triliun. Tapi, untuk PON 2024, Aceh mengalokasikan anggaran sendiri untuk membangun venue atau stadion,” kata Abu Razak.

Sumber: antara

Previous Post

Mahfud Mengaku Belum Ditawari Jadi Cawapres Ganjar

Next Post

Maulid, Kapolsek Nurussalam Polres Aceh Timur Santuni Anak Yatim

Next Post
Maulid, Kapolsek Nurussalam Polres Aceh Timur Santuni Anak Yatim

Maulid, Kapolsek Nurussalam Polres Aceh Timur Santuni Anak Yatim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

06/09/2026
Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

06/09/2026
November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

06/09/2026

Terpopuler

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Atlet Aceh Terancam Gagal Berprestasi di PON 2024

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com