Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Wali Nanggroe: Kita Tidak Boleh Mengorbankan Identitas Demi Ekonomi Semata

Admin1 by Admin1
11/10/2023
in Ekonomi
0
Wali Nanggroe: Masyarakat Adat Aceh Sangat Mendukung Kegiatan Investasi

BANDA ACEH – Forum tahunan yang menjadi ajang diskusi dan promosi potensi investasi di Aceh, Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2023, kembali digelar pada 10-11 Oktober 2023 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. AGASID merupakan inisiatif dari Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh untuk mengembangkan ekonomi Aceh yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Tahun ini, AGASID mengusung tema “Strengthening Aceh’s Economy through Sustainable Investment and Value-Added Commodities” dengan tujuan untuk mempromosikan potensi investasi di Aceh yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan melalui peningkatan hilirisasi komoditas unggulan Aceh. Hilirisasi adalah proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi atau setengah jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki. Dalam sambutannya yang disampaikan melalui video, mengatakan bahwa AGASID merupakan wadah untuk mewujudkan visi bersama untuk menjadikan Aceh sebagai provinsi terdepan dan pelopor implementasi pembangunan bersih dan berkelanjutan di Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

“Aceh memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari hutan hujan tropis, gunung berapi, danau, sungai, pantai, hingga pulau-pulau indah. Namun, kita juga harus sadar bahwa kekayaan alam ini tidak akan bertahan selamanya jika kita tidak menjaganya dengan baik,” kata Marzuki.

Marzuki juga mengatakan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mendukung investasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Aceh. Ia mencontohkan beberapa program yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh, seperti moratorium penebangan hutan, pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan perlindungan satwa liar.

“Melalui AGASID, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Aceh bukan hanya dikenal sebagai daerah yang pernah dilanda konflik dan bencana alam, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang secara ekonomi tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.

Marzuki juga mengapresiasi terbentuknya kelompok kerja Aceh Investment Relations Unit (AIRU). “Ini merupakan wujud kolaborasi positif antara Bank Indonesia dan DPMPTSP Aceh dengan sejumlah institusi terkait untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam mempromosikan Aceh sebagai tujuan investasi utama di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Aceh, Marthunis, memaparkan bahwa melalui AGASID 2023, Pemerintah Aceh ingin mendorong dialog yang konstruktif dan kolaboratif antara pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi terbaik bagi pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

Menurut Marthunis, “Aceh memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pariwisata, energi terbarukan, dan perdagangan karbon. Namun demikian, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan.”

Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah rendahnya produktivitas dan kualitas produk lokal, kurangnya infrastruktur pendukung, lemahnya akses pasar dan pembiayaan, serta belum optimalnya iklim investasi di Aceh.

“Untuk itu, kita perlu meningkatkan hilirisasi komoditas unggulan Aceh agar dapat memberikan nilai tambah lebih tinggi bagi produk lokal kita. Selain itu, kita juga perlu meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta dan masyarakat sipil, serta investor lokal dan asing untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al Haytharn dalam pidato keynotenya mengingatkan bahwa segala bentuk kegiatan investasi di Aceh harus tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan ramah lingkungan. Ia juga berharap bahwa kegiatan investasi dapat membawa dampak positif seperti pembangunan infrastruktur, lapangan kerja, pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Kita juga harus menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai Islam yang menjadi ciri khas Aceh. Kita tidak boleh mengorbankan identitas kita demi kepentingan ekonomi semata,” kata Tengku Malik.

Sementara itu, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Heldy Satrya Putera mewakili Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk mendorong transformasi ekonomi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. Ia berharap bahwa melalui AGASID 2023 dapat menggali peluang-peluang investasi dan hilirisasi sumber daya alam Aceh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

“Kita harus memanfaatkan sumber daya alam kita dengan bijak dan bertanggung jawab. Kita harus mengubah bahan baku menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan daya saing lebih tinggi. Kita harus menciptakan lapangan kerja yang produktif dan inklusif. Kita harus meningkatkan kesejahteraan rakyat kita,” ujar Heldy.

Dengan mengangkat tema investasi berkelanjutan dan hilirisasi komoditas unggulan, AGASID 2023 diharapkan dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat mendorong pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki. AGASID 2023 juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk membangun jejaring kerjasama antara investor potensial dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal di Aceh. []

Previous Post

AGASID 2023: Harapan Aceh Wujudkan Visi Pembangunan Bersih dan Berkelanjutan

Next Post

UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tambah Dua Guru Besar

Next Post
UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tambah Dua Guru Besar

UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tambah Dua Guru Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kacabdisdik Kota Subulussalam Ajak Ayah Antarkan Anaknya di Hari Pertama Sekolah

Kacabdisdik Kota Subulussalam Ajak Ayah Antarkan Anaknya di Hari Pertama Sekolah

10/07/2026
BNNP Bongkar Sindikat Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Bali

BNNP Bongkar Sindikat Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Bali

10/07/2026
Prabowo Bakal Segera Resmikan Bendungan Keureuto dan Rukoh

Prabowo Bakal Segera Resmikan Bendungan Keureuto dan Rukoh

10/07/2026
Surati Kementerian ESDM, Wakil Ketua DPRK Perjuangkan Kemandirian Listrik di Banda Aceh

Surati Kementerian ESDM, Wakil Ketua DPRK Perjuangkan Kemandirian Listrik di Banda Aceh

10/07/2026
Siswa SMAN 9 Banda Aceh Raih Juara Satu Festival Musikalisasi dan Puisi Tingkat Provinsi

Siswa SMAN 9 Banda Aceh Raih Juara Satu Festival Musikalisasi dan Puisi Tingkat Provinsi

10/07/2026

Terpopuler

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

09/07/2026

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com