Banda Aceh (Humas) — Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari mengajak jajaran, jadilah teladan yang baik dalam masyarakat.
Ajakan ini kembali disampaikan Kakanwil melalui apel di halaman kantor, pagi Senin (16 Oktober 2023).
“Kiranya kita senantiasa jadi contoh teladan dalam masyarakat. Dan di mana pun kita berada, saat kita beradaptasi, bisa menjadi contoh yang baik bagi sesama,” ajaknya di depan peserta apel, serta para Kabid dan para Pembimas.
“Itu, keluarga besar Kemenag,” kira-kira begitulah kesan baik yang disampaikan masyarakat, yang Kakanwil harapkan, dengan kehadiran jajaran Kemenag bersama umat dalam beragam levellevel dan sektor.
Dalam prilaku, tindak tanduk dan berkomunikasi, harap Azhari, kita menjadi contoh yang baik, berakhlaqul karimah.
“Sebab bagaimana pun tinggi posisi dan ilmu kita, lebihnya kita, jika moral tak ada, maka kuranglah kita ini dalam pandangan masyarakat,” imbuhnya.
“Sikap yang baik itu pula, akan memberi efek baik pada layanan yang baik di unit kerjanya,” sebut Azhari yang akhir pekan lalu, baru saja selesaikan dinas di wilayah terluar, Kankemenag Simeulue.
Kakanwil juga ulangi posisi dan peran jajaran Kemenag dalam menjaga trihubungan: sesama umat beragama, antar umat beragama, dan umat dengan pemerintah.
Harapnya, dengan menjaga trikerukunan, maka stabilisasi dan kenyamanan akan terjaga.
Terkait etika berinteraksi, Kakanwil mengajak, “Tolong dalam interaksi, dalam komunikasi, jaga juga sopan santun.”
“Jaga juga interaksi dengan lawan jenis, agar selalu kita jaga,” ajaknya.
ASN di Kemenag, tamsil Kakanwil, bagaikan kertas putih, bacut ternoda langsung kelihatan. Jadi, tatkala di luar dan dalam kantor, kita diharapakan tidak mudah ternoda.
Kakanwil selanjutnya menyampaikan rambu-rambu pergaulan, yang sering disampaikan dalam pembinaan bersama jajarannya di provinsi dan kabupaten/kota. Termasuk ajakan Kakanwil agar jajarannya jangan bersikap dan suka nyatakan kata-kata yang cenderung senonoh dan berkesan seksi (calee dan lahee).
Sikap dan tutur kata yang menjurus ke ketidaksopanan, sebut Kakanwil, akan membahayakan stabilitas.
Kakanwil latas mengutip satu akibat, dari candaan yang berlebihan. “Dari senda gurau yang membahayakan jadi fatal akhirnya,” gambarnya.
“Asai tumuet bak kude, asai pake bak canda,” kutip Kakanwil dari satu ungkapan orang Aceh.
Pelaporan Kegiatan
Selanjutnya, Kakanwil mengingatkan pada pelaporan kegiatan, karena kini sudah masuki triwulan akhir 2023.
“Rapikan dokumen pertanggungjawaban, jika ada yang perlu dilengkapi segera selesaikan. Betul fisik (kegiatan), betul pula secara pelaporan,” ingatnya.
Meriahkan Hari Santri
Menyambut Hari Santri 2023, Kakanwil harapkan, jajaran Kemenag bisa ikut andil memeriahkannya, mensyiarkannya di daerah ini. Memang di tingkat nasional akan dipusatkan di Surabaya, Ahad (22 Oktober).
Kakanwil mengulangi, bahwa dengan UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren, juga Perpres Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Pemberdayaan Pesantren, ini masuk dua aturan untuk eksistensi ponpes sudah luar biasa.
“Hingga nantinya pesantren betul-betul jadi institusi penting yang didambakan umat,” harapnya.
Regulasi itu pula mengamanatkan adanya Hari Santri, dan pengakuan akan alumni pesantren. Peran santri juga kian bergema dalam kehidupan pemerintahan.
“Dengan adanya Ma’had Aly maka ke depan kehadiran alumni akan lebih dirasakan umat. Kita berharap pesantren tetap jaya,” pungkas Kakanwil dalam apel awal bulan, 1 Rabiul Akhir 1445 H.











