Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Jokowi Soal Isu Rohingya: Relevan Dibahas di KTT ASEAN-Jepang

Admin1 by Admin1
16/12/2023
in Nasional
0
Jokowi Harap RUU Kesehatan Bisa Penuhi Kekurangan Dokter dengan Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap kekurangan dokter di berbagai daerah di Indonesia bisa dipenuhi dengan cepat setelah RUU tentang Kesehatan nantinya disahkan DPR. (Tangkapan layar youtube PDI Perjuangan)

Jakarta – Presiden Joko Widodo menilai isu pengungsi Rohingya masih relevan untuk dibahas bersama dalam KTT ASEAN-Jepang di Tokyo yang akan ia hadiri pada Minggu (17/12). Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya permasalahan di Indonesia.

Menurutnya, permasalahan itu juga dialami negara-negara lain, terutama ASEAN, yang didatangi imigran Rohingya, seperti Malaysia.

“Saya kira sangat relevan untuk dibicarakan, karena ini juga bukan hanya masalah dunia, bukan hanya masalah ASEAN tetapi juga masalah negara-negara yang didatangi [pengungsi Rohingya],” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (16/12).

“Malaysia memiliki problem yang sama dengan jumlah yang lebih banyak. Kita juga memiliki problem yang sama dengan jumlah yang sekarang cukup lumayan banyak,” tuturnya sebelum bertolak ke Jepang.

Berdasarkan data Komisioner Tingggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), 50 etnis Rohingya tiba di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh pada Kamis (14/12).

Dengan kedatangan 50 pengungsi Rohingya hari ini, total etnis Rohingya yang ada di Aceh bertambah mencapai 1.733 orang. Saat ini mereka tersebar di Pidie, Sabang, Lhokseumawe, Banda Aceh dan terakhir di Aceh Timur.

Indonesia sesungguhnya tak berkewajiban menerima pengungsi Rohingya karena bukan negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, Indonesia memutuskan menampung para pengungsi asal Myanmar tersebut berdasarkan diplomasi kemanusiaan.

Namun, jumlah imigran Rohingya yang datang ke Indonesia bertambah setiap tahunnya, sehingga menimbulkan gelombang protes dari masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya menyatakan pemerintah saat ini tetap mengamankan dan berupaya mencari tempat penampungan sementara bagi Imigran Rohingya.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau akan menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menangani pengungsi imigran Rohingya itu.

Di sisi lain, Mahfud mengatakan pemerintah Indonesia bisa kapan saja memulangkan Imigran Rohingya.

“Bisa. Itu kan ada komisinya di PBB. Suatu saat bisa dipulangkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya menyerukan agar akar masalah pengungsi Rohingya bisa segera diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan dampak lebih lanjut bagi sesama negara ASEAN.

Menurut dia, kekerasan yang terus terjadi di Myanmar akibat pertentangan antara junta militer dan warga sipil telah memaksa warga Rohingya untuk meninggalkan negara itu, dan banyak di antara mereka akhirnya masuk ke Indonesia.

“Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat internasional bekerja sama menghentikan konflik dan memulihkan demokrasi di Myanmar sehingga pengungsi Rohingya dapat kembali ke rumah mereka, yaitu di Myanmar,” kata Retno dalam Global Refugee Forum (GRF) di Kantor PBB, Jenewa, Swiss, Rabu (13/12).

Sumber: antara

Previous Post

Hasto Respons Positif Ganjar Unggul di Survei Roy Morgan

Next Post

Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

Next Post
Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Puitika Kopi, Ayo Ngopi Kita Bercerita

Puitika Kopi, Ayo Ngopi Kita Bercerita

11/07/2026
Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

11/07/2026
Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

11/07/2026
Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

11/07/2026
Ancaman Terhadap Amien Rais, PW Muhammadiyah Aceh: Bukan Zamannya Lagi Premanisme Mengatur Hukum

Refleksi Pidato Menteri ESDM di Hermes, Nasrul Zaman: Momentum Emas Mengunci Skema Onshore Blok Andaman

11/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

Jokowi Soal Isu Rohingya: Relevan Dibahas di KTT ASEAN-Jepang

Bendungan Rukoh Resmi Beroperasi, Mampukah Menjawab Harapan Petani Pidie?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com