Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Putra Aceh Besar Raih Predikat Summa Cumlaude dari Universitas Maroko

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/12/2023
in Nanggroe
0
Putra Aceh Besar Raih Predikat Summa Cumlaude dari Universitas Maroko

Maroko – Putra Barabung, Aceh Besar, Asyraf Muntazhar baru saja berhasil menamatkan program studi magisternya dari Studi Master Ilmu Akidah dan Studi Agama-Agama dalam Perspektif Ulama Barat Islam, Universitas Hassan II Ain Chock, Casablanca, Kerajaan Maroko pada hari Rabu (20/12) dengan predikat Hasan Jiddan (Cumlaude) dalam kurun waktu 2 (dua) tahun.

Sidang tesis yang diadakan di Maktabah Kulliyat Ain Chock tersebut berlangsung selama lebih dari 2 (dua) jam secara khidmat dan interaktif.

Tgk. Asyraf mempertahankan tesisnya di hadapan sejumlah penguji dari salah satu universitas terbaik di Maroko tersebut, yaitu Prof. Dr. Abdel Mun’im Kriker dan Dr. Muhammad El Maroufi, serta dosen pembimbing tesis Dr. Abdessalam Rhiwi yang turut hadir dalam sidang tersebut.

Selain itu, pada sidang Sekretaris Umum Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD) tersebut turut hadir pula sejumlah mahasiswa Maroko dan para pelajar Indonesia di Maroko dari berbagai jenjang pendidikan.

Tesis alumni Dayah Insan Qurani, Aceh Besar ini berjudul “Akidah-Akidah Sesat di Republik Indonesia dan Metode Penanggulangannya” yang mengupas tentang sejumlah pemikiran akidah sesat yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, membahas dan meneliti metode pihak-pihak terkait di Indonesia seperti pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan sejumlah ormas keagamaan dalam menanggulangi penyebaran akidah sesat tersebut dengan turut merujuk kepada referensi ulama-ulama Maghrib ‘Arabi (Dunia Barat Islam – Maroko dan sekitarnya) dalam memperkuat argumentasi ilmiahnya.

Prof. Abdel Mun’im yang bertindak sebagai pimpinan sidang, dalam komentarnya terhadap tesis Tgk. Asyraf turut memuji argumentasi kuat dan informasi lengkap terkait hal-hal yang berkaitan dengan tema tesis, kendati tetap memberikan beberapa masukan untuk perbaikan kualitas penulisan karya ilmiah di masa mendatang.

“Saya mengapresiasi karya ilmiah milik Sidi Asyraf Muntazhar yang cukup kuat dalam mengutarakan argumentasi ilmiahnya terkait problematika yang terjadi di negaranya (Indonesia), dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang dipelajarinya selama mengenyam pendidikan di Maroko,” ujarnya.

“Semoga sidang tesis ini dapat memotivasi para pelajar Indonesia lainnya untuk terus memacu kualitas pendidikannya, dan terus menggali ilmu sebanyak-banyaknya di Maroko ini,”pesannya kepada para hadirin.

Di akhir sidang tersebut, para penguji menyepakati dan mengumumkan untuk menganugerahi Tgk. Asyraf dengan nilai 18/20 atau predikat Hasan Jiddan, yang merupakan predikat tertinggi dalam predikat akademis yang berlaku di Maroko.

Tgk. Asyraf, selepas sidangnya menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaiannya ini. Dalam keterangannya ia menyampaikan, “Alhamdulillah, amanah ini telah tuntas kami laksanakan dengan baik. Harapan kami, semoga apa yang kami tuangkan dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, dan menjadi pemacu semangat kepada para junior dan teman-teman kami yang masih mengenyam pendidikan di Maroko,” ucapnya.

Sebagai informasi, Tgk. Asyraf Muntazhar merupakan putra Aceh Besar kelahiran Jakarta yang besar di Gampong Barabung, Kecamatan Darussalam. Ia meluluskan pendidikan dasarnya di MIN Model Banda Aceh sebelum kemudian melanjutkan pendidikan menengah di MtsS Ulumul Qur’an Pagar Air.

Setelahnya, mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko tersebut mengenyam pendidikan di MAS Insan Qurani Aneuk Batee Aceh Besar hingga lulus pada tahun 2017 lalu. Ia menamatkan pendidikan S1 di bidang Studi Islam Universitas Sidi Mohammed ben Abdellah Saiss, Fes, Maroko dalam waktu 4 (empat) tahun sebagai salah satu dari 15 orang penerima beasiswa kerja sama Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi Maroko, sebelum akhirnya melanjutkan dan menamatkan pendidikan masternya di Universitas Hassan II Ain Chock, Casablanca, Kerajaan Maroko. []

Previous Post

Warga Mulai Buru Peci ‘Alam Peudeung’ Jelang Kedatangan UAS ke Aceh

Next Post

Mengenang dan Mendoakan Kuntoro Mangkusubroto

Next Post
Mengenang dan Mendoakan Kuntoro Mangkusubroto

Mengenang dan Mendoakan Kuntoro Mangkusubroto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Puitika Kopi, Ayo Ngopi Kita Bercerita

Puitika Kopi, Ayo Ngopi Kita Bercerita

11/07/2026
Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

11/07/2026
Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

11/07/2026
Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

11/07/2026
Ancaman Terhadap Amien Rais, PW Muhammadiyah Aceh: Bukan Zamannya Lagi Premanisme Mengatur Hukum

Refleksi Pidato Menteri ESDM di Hermes, Nasrul Zaman: Momentum Emas Mengunci Skema Onshore Blok Andaman

11/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

Putra Aceh Besar Raih Predikat Summa Cumlaude dari Universitas Maroko

Bendungan Rukoh Resmi Beroperasi, Mampukah Menjawab Harapan Petani Pidie?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com