SIGLI – Aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Banda Aceh saat pengusiran Etnis Rohingnya dinilai merupakan aksi yang tidak mencerminkan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral.
Hal itu dikatakan Zian Mustaqin mantan Akstifis mahasiswa kepada Atjehwatch.com, 28 Desember 2023
Dikatakan Zian, aksi anarkis mahasiswa terhadap etnis Rohingya itu mengganggu orang lain saat beribadah.
“Jangankan orang salat, kafir beribadah dalam islam tak boleh diganggu. Ini sikap tak bermoral,” katanya
“Apalagi dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi, lebih tak bermoral. Tidak bisa mengedepkan kemanusiaan, hanya mengedepankan kebencian. Sehingga terlihat, seperti penebar teror kepada pihak lain,” Jelas Zian.
“Jika tidak menerima, maka tolak dengan baik-baik. Bukan membabi buta seperti video yang banyak beredar di Medsos.”
“Menebar teror kepada wanita dan anak-anak. Sampai mereka ketakutan dan menangis. Mahasiswa macam apa itu, seperti mahasiswa yang tidak pernah masuk MKU pendidikan moral pancasila,” ujar Zian.
Selain itu, aksi itu dinilai “salah Jeip Ubat.” Karena, seharusnya yang didemo adalah pemerintah yang mengambil kebijakan. Bukan pengungsi yang tak tahu apa-apa tentang kebijakan dan putusan.
“Mahasiswa diminta jangan jadi ‘geulawa’ penguasa dalam hal kasus etnis Rohingnya. Padahal ini tanggung jawab pemerintah dan selama ini terkesan Pemerintah tidak tegas dan panik, sehingga terjadilah konflik-konflik baru antara warga, mahasiswa dan Etnis muslim Rohingnya,” kata Zian Mustaqin.[Mul]











