PERHITUNGAN ulang perolehan suara DPD RI di kabupaten Pidie yang sedang berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh menyita perhatian public di Aceh.
Perhitungan ulang perolehan suara DPD dari kabupaten Pidie yang berlangsung di asrama Haji Banda Aceh, semakin membuka mata publik bahwa ada penggelembungan suara di kabupaten yang berjulukan ‘Boh Mulieng’ itu.
Informasi yang diperoleh wartawan, berdasarkan hasil perhitungan ulang DPD di Kabupaten Pidie, dengan update pada 10 Maret 2024, Minggu dini hari tadi, ada beberapa kecamatan yang sudah selesai.
Dimana, Kecamatan Kota Sigli, DPD Nomor urut 27 dari jumlah suara 3.955 turun menjadi 470 suara setelah perhitungan ulang.
Kemudian Kecamatan Mila, Nomor urut 27 dari jumlah 2.084 turun menjadi 1.477 suara. Sedangkan di Kecamatan Padang Tiji, perolehan suara nomor urut 27 dari jumlah 7.093 turun menjadi 572 suara.
Selanjutnya di Kecamatan Pekan Baro, perolehan suara nomor urut 27 juga turun dari jumlah suara 8.218 menjadi 1.206 suara.
Terakhir, di Kecamatan Mutiara Timur, perolehan suara nomor urut 27 dari jumlah 10.476 menjadi 2.315 suara. Jumlah total berkurang semuanya untuk sementara berkisar 25.786 suara. Kondisi ini baru seperempat dari jumlah kecamatan yang ada di Pidie.
Di media sosial, seperti Tiktok, Instagram, dan Facebook, public Aceh juga menegaskan bahwa kasus ‘penggelembungan suara DPD’ di Pidie membuka kembali memori lama.
Bahwa Abu Laot adalah sosok Keuramat.
Sebagaimana yang perlu diketahui, Tiktoker Aceh ini sempat berseteru dengan sosok Sayed Muliadi hingga akhirnya pria tersebut masuk ke jeruji besi. Kasus tersebut sempat heboh di Aceh. Pro kontra terjadi.
Usai keluar dari penjara, Abu Laot lebih bijak di sosial media. Namun debatnya dengan calon DPD nomor urut 27 masih dengan mudah ditemui di akun Tiktok.
Saat temuan penggelembungan suara DPD mencuat dari Pidie, video-video tadi pun kembali viral. Dan nama Abu Laot kembali jadi pembahasan.
Bagi publik Aceh saat ini, apa yang pernah dikatakan oleh Abu Laot sebelumnya ternyata ada benarnya.
“Beutoi lagee Abu Laot peugah,” tulis Ridwan di akun Instagramnya dengan postingan video perhitungan ulang suara DPD dari Pidie.
“Hana salah membacut yang Abu Laot peugah,” tulis pemilik akun Rahmatillah lainnya.
Perhitungan suara DPD RI sendiri, terutama dari Pidie, masih terus berlangsung. Publik Aceh tersentak dengan temuan penggelembungan suara di Pidie.
Kasus ini seolah membenarkan statemen Abu Laot sebelumnya. Sekeramat itukah Abu Laot? Atau ini karma dan doa doa dari Abu Laot selama ini mendekam di penjara.











