BANDA ACEH – Redaktur Serambi Indonesia, Yocerizal, mengatakan bahwa Aceh saat ini masih miskin tokoh untuk setiap event pilkada. Kondisi dinilai sengaja diciptakan atau dikondisikan.
Hal ini disampaikan Yocerizal pada diskusi publik dengan tema ‘Siapa sosok Gubernur Aceh ke depan?’ yang digagas Lembaga Aceh Resource & Development (ARD) di Morden Cafe, Banda Aceh, Kamis 25 April 2024.
Diskusi yang dipandu Akmal Abzal, mantan komisioner KIP Aceh ini menghadirkan Redaktur Serambi Indonesia, Yocerizal, akademisi UIN Ar Raniry, Reza Idria, akademisi Unimal Teuku Kemal Pasya.
“Calon gubernur usulan partai sejauh ini yang kami (Serambi-red) catat, itu ada Muzakir Manaf, Ruslan Daud, Irmawan, Nasir Djamil, Nurlif, Sulaiman Abda, dan Mawardi Ali. Sedangkan usulan yang muncul dari masyarakat, Sudirman Haji Uma dan Nezar Patria,” kata pria yang akrab disapa Pak Yos ini.
“Khusus yang usulan partai, bisa kita lihat bahwa semuanya merupakan kader internal. Tidak ada satu pun tokoh di luar politisi, apakah itu dari akademisi, aktivis, birokrat, maupun pengusaha. Menariknya lagi, hampir semua calon gubernur usulan partai itu mengincar posisi sebagai wakil Mualem.”
“Sejauh ini, PAN dan PKB yang sudah melakukan pendekatan dengan Partai Aceh untuk menjajaki koalisi, dan kabarnya dalam waktu dekat menyusul Golkar. Kalau Gerindra nggak perlu ditanya lagi, dari awal sudah mempersiapkan calon wakil untuk Mualem,” ujar Pak Yos lagi.
Dengan kondisi seperti ini, kata Yocerizal, sebenarnya baru ada 1 calon kuat gubernur Aceh, yaitu Muzakir Manaf atau Mualem.
“Makanya saya kira tidak salah jika ada yang menyebut Aceh itu miskin tokoh. Miskin karena memang kita sendiri yang mengkondisikannya. Padahal, kondisi sebenarnya tidak seperti itu. Saya kira ada tokoh-tokoh hebat di luar sana yang perlu didorong untuk maju.”
“Haji Uma contohnya. Kita bisa saja menyepelekan dia karena berasal dari komedian. Tapi fakta yang harus kita akui, hampir 1 juta lebih penduduk Aceh memilih Haji Uma dalam Pemilu DPD kemarin. Nah, kenapa tidak ada partai yang mencoba memasukkan namanya dalam penjaringan calon Gubernur Aceh?” ujar Yocerizal.
Saat ini, kata Yocerizal, masih ada beberapa partai lagi yang belum mengumumkan calon gubernurnya, yaitu PKS, Demokrat dan NasDem.
“Kita lihat saja nanti siapa sosok-sosok yang akan mereka calonkan. Kalau masih sosok internal, dan masih berharap jadi wakilnya Mualem, berarti ya fix sudah, Aceh ini memang miskin tokoh,” ujarnya.











