Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Warga Miskin soal ‘Hawa Neraka’ di Filipina: Ruangan Seperti Oven

redaksi by redaksi
10/05/2024
in Internasional
0
Warga Miskin soal ‘Hawa Neraka’ di Filipina: Ruangan Seperti Oven

Gelombang panas di Filipina. (AP/Aaron Favila)

Jakarta – Panas ekstrem melanda Asia Selatan dan Tenggara selama beberapa pekan terakhir hingga menewaskan puluhan orang dan membuat jutaan siswa bolos sekolah.

Kondisi ini begitu parah hingga memaksa sekolah-sekolah di Filipina dan Bangladesh tutup. Setidaknya 30 orang di Thailand juga dilaporkan meninggal dunia akibat heatstroke.

KC Libre, seorang siswa 15 tahun yang mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Manuel Roxas di Manila, menyebut cuaca ekstrem ini menyebabkan dirinya terpaksa belajar di rumah.

“Ini pertama kalinya kelas kami tak sekolah karena cuaca panas,” kata Libre, seperti dikutip The Guardian.

“Kelas saya memiliki 47 siswa. Ruangannya sangat panas meski sudah dipasangi kipas angin listrik. Biasanya hanya ada dua kipas angin listrik yang dinyalakan karena kipas langit-langit di beberapa ruangan rusak,” lanjut dia.

Menurut Libre, cuaca di Filipina saat ini begitu panas hingga ia kesulitan fokus saat belajar. Suhu panas itu bahkan terasa di rumahnya, yang tak memiliki penyejuk ruangan.

“Suhu panas ini juga terasa sampai di rumah. Saya tidak punya pendingin ruangan karena tidak kaya. Jadi saya mengerjakan tugas sekolah pada malam hari karena suhunya tidak sepanas siang hari. Saat pagi hari, suhunya sangat panas seolah-olah itu bertiup ke Anda,” ujar dia.

“Udara yang berasal dari kipas listrik sangat panas. Panasnya seperti di dalam oven,” imbuh Libre.

Kondisi serupa juga dirasakan Sae Klomkamnerd (63), seorang petani di Provinsi Phichit, Thailand, yang terpaksa menjual 5.200 bebeknya karena berhenti bertelur imbas panas ekstrem.

Klomkamnerd bercerita bahwa ia harus mengambil air tanah pada siang hari demi mengisi dan mendinginkan kolam bebek. Namun, usahanya itu sia-sia karena air kolam tetap terasa panas.

“Airnya masih terlalu panas. Setelah sembilan atau 10 jam, airnya jadi panas dan bebek-bebek tak mau masuk lagi. Mereka pergi ke tempat teduh dan bersembunyi di bawah pohon,” ucapnya.

Klomkamnerd berujar biasanya 80-90 persen itik muda bakal bertelur di waktu-waktu ini. Namun, karena cuaca begitu panas, produksi telur para itik turun jadi 60-50 persen.

“Jika bebeknya lebih tua, jumlah telurnya bahkan turun hingga 30 persen,” kata Klomkamnerd.

Menurut Klomkamnerd, telur-telur yang berhasil diproduksi para itik pun lebih kecil dibandingkan ukuran biasanya. Karenanya, hasil penjualan telur jadi lebih murah.

“Saya cuma bisa mendapatkan 75 baht untuk satu nampan telur. Pada tahun yang baik, kami bisa menjual seharga 100-105 baht per nampan. Tahun ini benar-benar mengerikan,” tutur Klomkamnerd.

Lay Samrach (44), seorang pekerja konstruksi di Phnom Penh, Kamboja, juga mengaku tak tahan dengan panas ekstrem belakangan ini. Ia sampai izin beristirahat beberapa kali di sore hari agar tetap prima saat bekerja.

“Saya harus meninggalkan semua peralatan saya di tempat teduh. Jika tidak, suhu panas akan merusak bahan-bahan bangunan,” ucap dia.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

351 Calon PPK Lulus Tes CAT dan Ini Dia Jadwal Tes Wawancara

Next Post

Kejagung Tangkap DPO Kasus Penipuan Pembelian Saham di Tangsel

Next Post
Iran Segera Eksekusi Mati Warga Swedia karena ‘Melawan Tuhan’

Kejagung Tangkap DPO Kasus Penipuan Pembelian Saham di Tangsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

UNESA Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Aceh lewat Art Therapy

UNESA Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Aceh lewat Art Therapy

16/04/2026
Dua Rumah di Bambel Aceh Tenggara Dilalap Sijago Merah

Dua Rumah di Bambel Aceh Tenggara Dilalap Sijago Merah

16/04/2026
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

16/04/2026
Pemkab Aceh Timur Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN

Pemkab Aceh Timur Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN

16/04/2026
YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

Terpopuler

Abi Roni Ikut Retreat Nasional di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Abi Roni Ikut Retreat Nasional di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

15/04/2026

Warga Miskin soal ‘Hawa Neraka’ di Filipina: Ruangan Seperti Oven

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Rangkaian HUT Abdya ke-24, Pemkab Adakan Lomba Dalil Khairat

Plt Kadisdikbud: Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com