Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Prabowo di Al Jazeera: Leluhur Saya Ikut Perjuangkan Kemerdekaan RI

redaksi by redaksi
15/05/2024
in Nasional
0
Prabowo di Al Jazeera: Leluhur Saya Ikut Perjuangkan Kemerdekaan RI

Presiden Terpilih RI Prabowo Subianto menjadi sorotan media asing melalui wawancaranya dengan media berbasis di Qatar, Al Jazeera, baru-baru ini. (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta – Presiden Terpilih RI Prabowo Subianto menjadi sorotan media asing melalui wawancaranya dengan portal berita sekaligus stasiun televisi berbasis di Qatar, Al Jazeera, baru-baru ini.

Dalam wawancaranya yang tayang di Instagram @talktoaljazeera, Selasa (14/5), Prabowo bercerita tentang keluarganya yang terlibat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Prabowo berujar seluruh generasi keluarganya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Itu sebabnya, gelora perjuangan itu begitu menjalar dalam dirinya hingga mendorong dia untuk melanjutkan semangat tersebut.

“Saya tumbuh dengan orang tua serta kakek dan nenek yang penuh dengan cinta. Saya pikir hal-hal yang memengaruhi saya berasal dari orang tua saya, kakek nenek saya, leluhur saya yang seluruhnya terlibat dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menceritakan tentang dua pamannya yang juga berasal dari militer. Mereka adalah Subianto Djojohadikusumo (21) dan Sujono Djojohadikusumo (16).

Subianto saat itu berpangkat letnan perwira, sementara Sujono merupakan seorang taruna. Keduanya gugur dalam pertempuran Lengkong.

“Ini adalah peristiwa yang menentukan dalam keluarga saya saat saya tumbuh dewasa,” kata Prabowo.

“Kakek saya selalu bercerita tentang mereka. Bahkan nama saya ‘Subianto’ berasal dari nama paman saya yang lebih tua, yang gugur. Saya pikir saya tumbuh dengan pikiran bahwa saya diharapkan untuk bisa meneruskan tradisi ini, untuk mengabdi pada rakyat, dan jika diperlukan, untuk menyerahkan hidup saya kepada rakyat dan negara,” lanjut Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga bercerita bagaimana ia bersyukur karena hidup di masa-masa terbaik Indonesia. Masa-masa itu, kata dia, adalah ketika bangsa Indonesia berjuang melawan kolonialisme hingga mencapai kemerdekaan.

“Saya tumbuh bersama generasi tersebut. Saya belajar dari mereka. Satu kualitas penentu yang saya lihat dari mereka adalah pertama, integritas. Kemudian semangat mereka, rasa cinta mereka terhadap rakyat, serta rasa bangga mereka menjadi orang Indonesia. Saya kira itu yang mempengaruhi hidup saya,” ujar Prabowo.

Prabowo turut bicara tentang bagaimana ia beradaptasi dengan Indonesia, termasuk dengan tradisi dan budayanya. Orang Indonesia, kata dia, memiliki harga diri yang begitu tinggi.

Prabowo berujar bagi banyak orang, sebuah sikap atau ucapan mungkin dapat begitu menyakitkan karena terasa bagai hinaan. Namun baginya, yang telah belajar banyak dari masa lalu, hal-hal semacam itu tak akan ia ambil pusing.

Sebaliknya, Prabowo akan mengambil sisi positifnya yang bisa memberikan kebaikan bersama.

“Jadi ketika kita dihina, diremehkan dan difitnah, itu adalah bagian dari kehidupan,” ucap Prabowo.

Sebagai penutup, Prabowo lantas mengatakan bahwa ia akan selalu mencoba melakukan yang terbaik dalam hidupnya, terlebih dengan kepercayaan publik yang ia miliki saat ini.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk setiap misi yang saya jalankan,” kata Prabowo.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

DPR Aceh Rumuskan Qanun Rencana Induk Penerapan Syariat Islam

Next Post

AS Nilai Putin Sudah Putus Asa soal Ukraina usai Rusia Copot Menhan

Next Post
AS Nilai Putin Sudah Putus Asa soal Ukraina usai Rusia Copot Menhan

AS Nilai Putin Sudah Putus Asa soal Ukraina usai Rusia Copot Menhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Din Saja: Buku “Syair Rubai Syariat Musafir” Bernuansa Sufistik dan Spiritual

Din Saja: Menjadi Seniman Tidak Cukup Hanya Bisa Berkesenian

31/05/2026
Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

31/05/2026
Polda Riau Bongkar Jaringan Narkoba Aceh-Jakarta, 300 Cartridge Etomidate dan Ekstasi Disita

Polda Riau Bongkar Jaringan Narkoba Aceh-Jakarta, 300 Cartridge Etomidate dan Ekstasi Disita

31/05/2026
Pengunjung Padati Museum Tsunami Aceh di Momen Idul Adha

Pengunjung Padati Museum Tsunami Aceh di Momen Idul Adha

31/05/2026
Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

31/05/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

30/05/2026

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

Prabowo di Al Jazeera: Leluhur Saya Ikut Perjuangkan Kemerdekaan RI

Ketua dan Kader Gerindra Abdya Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com