Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pertagas Kerjasama Pengembangan Infrastruktur Gas Alam Cair di Aceh dengan Korea Selatan

redaksi by redaksi
19/06/2024
in Nanggroe
0
Pertagas Kerjasama Pengembangan Infrastruktur Gas Alam Cair di Aceh dengan Korea Selatan

Jakarta – Subholding Gas PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menjajaki peluang bisnis jangka panjang dengan Korea Selatan. Penjajakan tersebut terjadi dalam pertemuan 4th Bilateral Maritime Dialogue (BMD) antara Indonesia dan Korea Selatan yang digelar di Busan pada 12-13 Juni 2024.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Gas, Agung Indri Pramantyo menyampaikan Pertamina Gas (Pertagas) mendapat kesempatan menguraikan proyeksi bisnis LNG Hub Terminal di Arun, Lhokseumawe, Aceh.

Agung memaparkan, proyeksi bisnis tersebut dikerjakan anak perusahaan Pertagas yakni Perta Arun Gas (PAG) sebagai penyedia layanan handling migas yang kompetitif di industri global melalui pengembangan LNG Hub Infrastructure. Lebih lanjut Agung menjelaskan lokasi LNG Hub Arun terletak di jalur pelayaran internasional yang strategis antara sumber pasokan dan permintaan LNG.

Hal ini menjadikan Arun sangat ideal untuk bisnis break bulking. Ditambah lagi, posisi Arun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menciptakan peluang bagi PAG sebagai LNG Asia Hub terbesar.

BMD antara Indonesia dan Korea Selatan merupakan suatu implementasi dari kerja sama kemaritiman antara kedua negara melalui penandatanganan MoU on Maritime Cooperation pada 16 Mei 2016. Pada BMD Korea – Indonesia ke-4 ini, kedua negara sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang kemaritiman.

Salah satunya di sektor energi, dimana akan dilakukan joint study untuk pemanfaatan rig/offshore platform (anjungan lepas pantai) Pertamina untuk perikanan, penyimpanan karbon dan regasifikasi LNG.

Pada kesempatan tersebut, Pertagas juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Korea Maritime & Ocean University Consortium (KMOUC) untuk pengembangan infrastruktur gas dan gas alam cair.

“Pada pelaksanaannya akan dilakukan joint study untuk menyusun kajian teknis dan komersial mengenai potensi pengembangan tersebut,” ujar Agung menambahkan.

Dialog yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (MOF) Korea Selatan menjadi platform penting bagi kedua negara untuk membahas isu-isu maritim yang mendesak dan mencari solusi bersama yang inovatif dan berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara, tetapi juga mendukung upaya global dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Delegasi Indonesia pada BMD ke-4 dipimpin oleh Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves.

Selain itu, ikut hadir pada kesempatan tersebut juga perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, BMKG, Pelindo dan Pertamina Group, yakni PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi, Pertamina International Shipping dan Pertamina Gas.

Pada kesempatan terpisah Chairman Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof mengatakan Pertamina Gas ingin memanfaatkan aset dan terminal arun dalam pengembangan bisnis, salah satunya menjadikan Arun sebagai LNG & LPG Hub terminal.

Menurut dia, gas ke depan prospeknya sangat baik. Gas akan menjadi energi transisi dan LNG akan menjadi dominan di domestik dan regional.

“Peran Arun dengan lokasi yang sangat strategis akan memberikan competitive advantage. Berada di Zona Ekonomi Ekslusif serta flexibility operasi juga merupakan nilai tambah Arun,” kata Aris.

Sumber: tvonenews.com

Previous Post

Universitas Muhammadiyah Aceh Sembelih 17 Ekor Hewan Kurban

Next Post

Kemenag Sembelih Ratusan Hewan, Kakanwil: Semangat Qurban Mesti Berlanjut Setelahnya

Next Post
Kemenag Sembelih Ratusan Hewan, Kakanwil: Semangat Qurban Mesti Berlanjut Setelahnya

Kemenag Sembelih Ratusan Hewan, Kakanwil: Semangat Qurban Mesti Berlanjut Setelahnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

29/09/2026
Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

29/09/2026
150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

29/09/2026
DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

29/09/2026
Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

29/09/2026

Terpopuler

Pertagas Kerjasama Pengembangan Infrastruktur Gas Alam Cair di Aceh dengan Korea Selatan

Pertagas Kerjasama Pengembangan Infrastruktur Gas Alam Cair di Aceh dengan Korea Selatan

19/06/2024

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com