Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemenkop Bantu Rp15 Miliar Tingkatkan Produksi Nilam Aceh

redaksi by redaksi
29/06/2024
in Ekonomi
0
Kemenkop Bantu Rp15 Miliar Tingkatkan Produksi Nilam Aceh

Ilustrasi - Petugas lab menuangkan minyak atsiri hasil dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) produksi petani untuk pengujian standar mutu di Laboratorium Atsiri ARC USK Banda Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa

Banda Aceh – Atsiri Research Center-Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (ARC-PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menyatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM memberikan Rp15 miliar untuk membantu meningkatkan produksi nilam Aceh.

“Untuk meningkatkan produksi nilam, Kementerian Koperasi dan UKM pada 2024 memberikan anggaran mencapai Rp15 miliar untuk Aceh,” kata Kepala ARC USK Banda Aceh Syaifullah Muhammad, di Banda Aceh, Jumat.

Bantuan Rp15 miliar dari Kemenkop UKM tersebut diberikan kepada lima daerah di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

“Diserahkan melalui pembangunan rumah produksi bersama penyulingan nilam, di mana pembangunannya akan dimulai pada Juli dan Agustus 2024,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkop UKM siapkan pembangunan pabrik nilam skala menengah di Aceh

Syaifullah menyampaikan, industri nilam Aceh saat ini semakin berkembang, dari sebelumnya empat daerah penanam nilam, kini sudah ada 17 kabupaten yang kembali menanam nilam.

“Kondisi ini juga sudah didukung oleh harga minyak nilam (crude patchouli) yang semakin membaik yakni di tingkat petani mencapai Rp1,2 juta sampai Rp Rp1,3 juta per kilogram,” katanya.

Syaifullah menyatakan pula, langkah peningkatan produksi nilam Aceh sangat penting mengingat permintaan ekspor terus meningkat setiap tahunnya.

Ekspor nilam Indonesia pada 2022 tercatat sebanyak 1.400 ton, dan menjadi 1.900 ton lebih pada 2023. Kemudian tahun ini permintaan minyak nilam dari luar negeri ke beberapa perusahaan eksportir juga meningkat hingga dua kali lipat.

“Sebagai contoh untuk permintaan Prancis kepada PT U Green Aromatics International saja juga meningkat dari 15 ton menjadi 30 ton per tahun,” ujarnya.

Karena itu, dalam upaya meningkatkan produksi nilam di Aceh, kata dia lagi, ARC USK sejauh ini terus mensupport para petani dan penyuling nilam dalam usaha pembibitan, budi daya, penyulingan serta pasarnya.

“USK tidak melakukan usaha budi daya dan penyulingan. Karena itu merupakan wilayah masyarakat, sehingga bisa menghasilkan pendapatan untuk petani dan penyuling,” katanya lagi.

ARC USK, kata dia pula, mendukung untuk melakukan purifikasi minyak nilam dari petani dengan penerapan teknologi molecular distillation dan fractionation untuk meningkatkan kualitas nilam menjadi hi-grade patchouli.

Selanjutnya dapat diformulasikan menjadi berbagai produk turunan, seperti parfum, skin care, medicated oil, toiletries, dan lainnya.

“USK juga terlibat intensif dalam transfer teknologi dan community development kepada masyarakat dan UMKM, agar mereka bisa mengembangkan usaha mulai dari budi daya, penyulingan serta produk turunan,” ujarnya.

Selain itu, Syaifullah juga menuturkan bahwa USK juga terus menggalang berbagai kemitraan dan inisiasi kerja sama untuk industri nilam masyarakat dengan pemerintah, BUMN seperti BSI dan Pegadaian, serta NGO international yakni ILO (International Labour Organization).

“Tak hanya itu, USK juga menjalin inisiasi program dengan Kementerian Koperasi, Kemendikbud Ristek, BRIN, Kemendag, dan BIN untuk mengembangkan ekosistem industri nilam Aceh bagi petani, penyuling, anak anak muda, dan UMKM,” demikian Syaifullah.

Sumber: antara

Previous Post

20 Finalis Agam Inong Kota Banda Aceh Ikut Karantina

Next Post

4 Penyuluh Agama Islam Aceh Masuk Nominasi Nasional Penyuluh Award 2024

Next Post
4 Penyuluh Agama Islam Aceh Masuk Nominasi Nasional Penyuluh Award 2024

4 Penyuluh Agama Islam Aceh Masuk Nominasi Nasional Penyuluh Award 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Langsa Gagalkan Peredaran Tiga Kilogram Sabu-sabu

Polres Langsa Gagalkan Peredaran Tiga Kilogram Sabu-sabu

21/05/2026
Kemensos Siapkan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun Lagi untuk Aceh-Sumut

Kemensos Siapkan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun Lagi untuk Aceh-Sumut

21/05/2026
Mengkritik untuk Menjaga: Mahasiswa, JKA, dan Demokrasi yang Sehat di Aceh

Mengkritik untuk Menjaga: Mahasiswa, JKA, dan Demokrasi yang Sehat di Aceh

21/05/2026
Ajang Internasional WYIE di Malaysia, Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Medali Emas

Ajang Internasional WYIE di Malaysia, Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Medali Emas

21/05/2026
STAI Nusantara Kukuhkan Ketua YARA Jadi Kaprodi Hukum Tata Negara

STAI Nusantara Kukuhkan Ketua YARA Jadi Kaprodi Hukum Tata Negara

21/05/2026

Terpopuler

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

20/05/2026

Disdikbud Abdya Laksanakan FLS2N Tingkat Kabupaten, Gusvizarni Minta Hasilnya Harus Transparan

MTs Al Zahrah Bireuen Juara Umum ASAC 2026 se-Aceh

Disdikbud dan Lapas IIB Blangpidie Jalin Kerjasama Wujudkan Program PKBM

BGN Aceh Bidik Hasil Laut Pidie Jaya untuk Pasok SPPG

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com