Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ide Riset Program Berdikari Mesti Memberikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Aceh

redaksi by redaksi
03/11/2024
in Ekonomi
0
Ide Riset Program Berdikari Mesti Memberikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Aceh

Ide Riset Program Berdikari Mesti Memberikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Aceh

Banda Aceh – Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah yang berjalan pada 2023 berlanjut ke Program Katalisator Kemitraan Berdikari. Konsorsium perguruan tinggi vokasi (PTV) Aceh didorong menciptakan inovasi berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi, baik di masyarakat maupun sektor industri.

Hal itu mengemuka dalam Internalisasi Strategi Pengembangan Kemitraan Berbasis Potensi Daerah (Penguatan Internal Pendidikan Vokasi dan Sosialisasi Program Berdikari) Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Aceh.

Tim Pakar Dit. Mitras Dudi, Adil B. Ahza, menuturkan ini saat yang tepat bagi konsorsium PTV Aceh mulai berpikir strategi bisnis yang bisa dibangun lewat dosen atau mahasiswa. Sehingga ketika mahasiswa lulus bisa ikut membesarkan bahkan menjadi spin off perusahaan mereka.
“Jadi kalau riset ini bisa sampai menghasilkan dampak ekonomi masyarakat itu yang sangat diharapkan,” kata Adil di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Sabtu, 2 November 2024.

Adil menuturkan program ini dinamakan berdikari agar konsorsium PTV membuat riset dengan identifikasi potensi daerah yang bisa dijadikan oleh institusi untuk memberikan dampak yang begitu luas. Khususnya menyejahterahkan anak didik.

Dia mengungkapkan mendapat cerita kalau Belanda pada saat menjajah di Aceh sudah memiliki peta pertanian yang cocok untuk daerah itu. Nah, dari sini bisa digali dan dipelajari komoditas yang cocok untuk di Aceh.

Apalagi, Belanda sejak zaman dulu mempunyai ahli-ahli tanah. Sehingga, peta yang dimiliki itu sudah pasti akurat dan tinggal digali lebih dalam.

“Ambil sesuatu yang bisa jadi gagasan riset karena dananya riset LPDP bukan pemberdayaan masyarakat. Harus dijadikan riset yang kemudian menjadikan kekayaan intelektual institusi supaya ketika industri berkembang di masyarakat syukur-syukur social enterprises nantinya masyarakat bisa memiliki share holder dari yang dikembangkan,” ujar dia.

PTV juga bisa membuat inovasi yang dikembangkan dari policy paper, policy brief, maupun laporan penelitian yang telah dikerjakan pada tahun pertama.

Terdapat dua skema program yang bisa dipilih konsorsium PTV. Pertama skema Emas, ini difokuskan agar UMKM naik kelas. LPDP memberikan dana riset maksimum Rp500 juta untuk satu topik.

Kedua, skema Berlian di mana PTV bermitra dengan industri besar dan hasil riset sudah harus masuk ke rantai pasok. Adil mengatakan karena hasil riset sudah harus masuk industri, persyaratan lebih berat karena mengikuti standar industri.

“Kalau terlalu berat masuklah skema Emas. Anda bisa memilih tim yang menjadi jagoan di politeknik Anda,” tutur dia.

Konsorsium diberikan kesempatan mengusulan 3-5 topik. Adil meminta riset dipercayakan pada dosen sebab mereka adalah aset luar biasa yang dapat menggerakkan institusi.

“Percayakan pada dosen yang punya kemampuan, dosen yang punya waktu meneliti, dan dedicated meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Adil.

Ketua Program Fasilitasi Kemitraan 2024, Muhammad Arifai, mengingatkan kegiatan ini sifatnya kolaboratif sejumlah PTV. Konsorsium PTV Aceh terdiri atas Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) sebagai ketua dan beranggotakan Politeknik Aceh, Politeknik Aceh Selatan, serta Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat.

Dia berharap masing-masing jurusan di politeknik konsorsium PTV Aceh bisa mengusulkan judul riset. Rifai mengingatkan mesti ada luaran produk riset dari pengajuan yang disampaikan bukan program pengabdian masyarakat.

“Semoga ini daripada kawan-kawan bisa memberikan informasi ke semua kawan-kawan di jurusan masing-masing sehingga ada tim yang terbentuk. Begitu juga P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) yang menjadi tim akan menyeleksi,” tutur dia.

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, mendorong politeknik di konsorsium PTV Aceh mengajukan riset sesuai potensi daerah. Sebab, daerah-daerah baik Lhokseumawe, Aceh, Aceh Selatan, serta Aceh Barat masing-masing memiliki potensi yang sangat besar.

“Yang (skema) Emas saja minimal kita sudah bisa mengisi, karena banyak industri menengah butuh sentuhan dari kita terutama kampus,” ujar dia.

Pada tahun perdana penyaluran pendanaan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah, tercatat ada 20 tim konsorsium yang mendapat pendanaan dengan total Rp15 miliar. Program telah menghasilkan berbagai inovasi di berbagai daerah.

Hal ini mendorong pendanaan riset di tahun kedua dan ketiga dengan total pendanaan keseluruhan menjadi Rp90 miliar. Program ini akan diselenggarakan di 27 provinsi di seluruh Indonesia dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PTPPPV, SMK, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), DUDI, pemerintah daerah, BUMD, BUMDes, Kadin daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta komunitas masyarakat.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Kakanwil Kemenag Aceh Semangati Peserta SKD CPNS Lokasi Terakhir

Next Post

5 Pelaku Judi Online Diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan

Next Post
5 Pelaku Judi Online Diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan

5 Pelaku Judi Online Diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

11/08/2026
Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

11/08/2026
Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

11/08/2026
Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

11/08/2026
Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Polda Aceh Buru Pemasok Pil Etomidate ‘Zombie’ di Bireueen

11/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Ide Riset Program Berdikari Mesti Memberikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Aceh

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com