Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BP3MI Ajak Warga Aceh Jadi Pekerja Migran Lewat Jalur Resmi

redaksi by redaksi
19/12/2024
in Nanggroe
0
BP3MI Ajak Warga Aceh Jadi Pekerja Migran Lewat Jalur Resmi

Arsip - Petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banda Aceh (kiri) memeriksa identitas dan paspor pekerja migran Indonesia dari Malaysia saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (31/7/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Banda Aceh – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mengajak masyarakat di Provinsi Aceh yang ingin menjadi pekerja migran agar memilih jalur yang resmi, dan menghindari praktek ilegal atau berangkat ke luar negeri melalui perekrutan non-prosedural.

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah di Banda Aceh, mengatakan, saat ini hampir 90 persen pekerja migran Aceh berangkat ke luar negeri lewat jalur non-prosedural, sehingga mereka tidak terdaftar dalam sistem perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Karakteristik pekerja migran Indonesia di Aceh ini masih mendominasi pemberangkatan secara non-prosedural,” kata Siti.

Ia mengatakan, pada 2023 BP3MI terus melakukan berbagai langkah dan upaya untuk sosialisasi ke masyarakat agar menghindari praktek ilegal untuk menjadi pekerja migran.

Hasilnya, pada tahun ini jumlah pekerja migran di Aceh yang melakukan registrasi pada Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) mencapai 531 orang.

Angka tersebut, lanjut dia, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 50 orang pekerja migran Aceh melakukan registrasi ke SiskoP2MI atau berangkat secara prosedural.

“Dan di 2024 ini sudah mencapai 184 orang yang melakukan registrasi pada sistem komputerisasi BPMI ini,” ujarnya.

Menurut Siti, salah satu faktor yang menyebabkan masih banyak warga Aceh enggan memilih jalur prosedural ialah karena masih ada anggapan apabila mengikuti prosedur pemerintah untuk menjadi pekerja migran maka proses akan berbelit, pengurusan butuh waktu lama dan juga biaya tinggi.

“Itu anggapan mereka, padahal sebaliknya. Justru kalau warga kita ini melakukan registrasi secara prosedural, maka akan mudah. Apalagi saat ini sudah bisa pendaftaran tanpa harus ke kantor, bisa melalui sistem yang sudah disediakan pemerintah SiskoP2MI,” ujarnya.

Apabila berangkat melalui jalur resmi, ia menambahkan, tentu akan memberi keuntungan bagi pekerja migran. Tentunya, pemerintah dapat melakukan pengawasan maksimal, mengingat data yang terekam dalam sistem lengkap sesuai nama dan alamat.

“Mereka bekerja di mana, kerja di mana, dan hak-hak mereka pun akan dapat dipantau oleh pemerintah, apakah sudah terpenuhi atau tidak sesuai dengan yang berlaku di negara tujuan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pekerja migran yang berangkat lewat jalur resmi juga akan mendapatkan jaminan sosial, baik yang disediakan pemerintah Indonesia melalui BPJS Ketenagakerjaan maupun negara tujuan tempat bekerja, serta berbagai keuntungan lainnya.

“Jaminan sosial ini wajib ada, dan harus diberikan kepada setiap pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Sumber: antara

Previous Post

[Opini] Peran Komunitas dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan di Aceh: Antara Tantangan dan Harapan

Next Post

MPU dan Kemenag Siap Ciptakan Kewibawaan Keagamaan di Kota Banda Aceh

Next Post
MPU dan Kemenag Siap Ciptakan Kewibawaan Keagamaan di Kota Banda Aceh

MPU dan Kemenag Siap Ciptakan Kewibawaan Keagamaan di Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS Buntut Israel Bombardir Lebanon

Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS Buntut Israel Bombardir Lebanon

02/06/2026
Iran Janji bakal Permudah Kapal Jepang Melintasi Selat Hormuz

Iran Janji bakal Permudah Kapal Jepang Melintasi Selat Hormuz

02/06/2026
Ade Naylan Sadida: Juara MTQ, Hafizah 30 Juz Raih Best Award SDGs Internasional, Kini Lolos Pendidikan Dokter USK

Ade Naylan Sadida: Juara MTQ, Hafizah 30 Juz Raih Best Award SDGs Internasional, Kini Lolos Pendidikan Dokter USK

01/06/2026
Tuanku Muhammad: JKA Jangan Disunat karena Alasan Dana Otsus yang Dipangkas

Fraksi PKS DPRK Dukung Wali Kota Tegakkan Syariat yang Terintegrasi dan Terpadu di Banda Aceh

01/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

01/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

BP3MI Ajak Warga Aceh Jadi Pekerja Migran Lewat Jalur Resmi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com