Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

BKSDA Turunkan Tim Atasi Gangguan Harimau di Aceh Timur

redaksi by redaksi
03/01/2025
in Lintas Timur
0
BKSDA Turunkan Tim Atasi Gangguan Harimau di Aceh Timur

Arsip foto - Warga melihat harimau masuk kandang perangkap di Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. ANTARA/HO-Dok Polsek Kluet Timur

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menurunkan tim untuk mengatasi gangguan harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang dilaporkan memangsa ternak di Gampong Alue Itam, Kabupaten Aceh Timur.

“Kami sudah mengerahkan tim merespons laporan harimau memangsa sapi warga di Gampong Alue Itam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Jumat.

Sebelumnya, warga melaporkan penemuan bangkai seekor sapi diduga dimangsa harimau di Gampong Alur Itam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (1/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ujang Wisnu menyebutkan lokasi temuan bangkai sapi yang dilaporkan akibat dimangsa harimau berada di perkebunan masyarakat. Lokasi tersebut merupakan kawasan hutan dengan status areal penggunaan lain (APL).

“Jarak lokasi kejadian sekitar 1,2 kilometer dari pemukiman penduduk. Tim melacak satwa dilindungi itu dan selanjutnya menggiring ke kawasan hutan yang merupakan habitat harimau sumatra,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di kebun sendirian, tidak melepasliarkan ternak di lokasi yang merupakan jalur lintasan harimau sumatra. Hal ini guna mencegah terjadinya interaksi negatif dengan satwa dilindungi tersebut.

“Kami juga mengimbau masyarakat menerapkan pembuatan kandang anti-serangan harimau. Penggunaan kandang tersebut sudah disosialisasikan sebelum kepada masyarakat,” kata Ujang Wisnu Barata.

Sebelumnya, Camat Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur Irwansyah Panjaitan menyebutkan ternak yang dimangsa harimau tersebut milik Sodri. Ternak sapi tersebut sebelumnya diikat di kebun.

“Ternak warga dimangsa harimau berulang kali terjadi di wilayah Indra Makmu. Selain itu, warga juga melaporkan harimau sering terlihat di pemukiman penduduk dan perkebunan. Kondisi ini membuat warga tidak berani ke kebun,” kata Irwansyah Panjaitan.

Sementara itu, berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian, khususnya harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Selain itu, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar, khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Sumber: antara

Previous Post

Senator Azhari Cagee Desak Kapolri Usut Tuntas Penembakan Dua Warga Aceh

Next Post

Kapolres Pidie: Hasil Olah TKP untuk Penyebab Kecelakaan di KM 77 Muara Tiga Tidak Ditemukan Jejak Rem

Next Post
Kapolres Pidie: Hasil Olah TKP untuk Penyebab Kecelakaan di KM 77 Muara Tiga Tidak Ditemukan Jejak Rem

Kapolres Pidie: Hasil Olah TKP untuk Penyebab Kecelakaan di KM 77 Muara Tiga Tidak Ditemukan Jejak Rem

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

15/06/2026
Pemkab Aceh Besar Salurkan Puluha Alat dan Mesin Pertanian untuk Petani

Pemkab Aceh Besar Salurkan Puluha Alat dan Mesin Pertanian untuk Petani

15/06/2026
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara Malam Ini

Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara Malam Ini

15/06/2026
Israel Terancam Rugi Besar Gara-gara Pesawat Tanker AS

Israel Terancam Rugi Besar Gara-gara Pesawat Tanker AS

15/06/2026
Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

14/06/2026

Terpopuler

BKSDA Turunkan Tim Atasi Gangguan Harimau di Aceh Timur

BKSDA Turunkan Tim Atasi Gangguan Harimau di Aceh Timur

03/01/2025

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com