BLANGPIDIE – Harga ikan di hari Meugang lebih tinggi dari hari biasanya, ikan tongkol ukuran sedang dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, tuna segar mencapai Rp80 ribu per kilogram sementara ikan karang seperti bandi, nona dan sejenis lainnya mencapai rp150.000 per kilo nya.
Meski harga meningkat, warga tetap antusias membeli ikan untuk disantap bersama keluarga di hari raya Idul Fitri.
Seperti contoh terlihatlah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujoeng Serangga Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. TPI dipadati pengunjung sejak pagi, ribuan warga datang untuk membeli ikan segar sebagai persiapan tradisi Meugang menjelang Idulfitri 1446 H, Rabu (29/03/2025).
Sejak pagi, aktivitas di TPI mulai ramai. Para nelayan baru saja kembali dari laut dengan hasil tangkapan yang melimpah, termasuk ikan tuna, tongkol, dan berbagai jenis ikan karang. Pembeli langsung menyerbu lapak-lapak penjual yang berjejer di sekitar pelelangan. Suasana semakin riuh dengan tawar-menawar harga antara pembeli dan pedagang.
“Hari ini memang lebih ramai dari biasanya karena tradisi Meugang. Kami menjual ikan lebih banyak dari hari biasa,” kata Rahmat, seorang pedagang ikan di TPI Ujoeng Serangga.
Fitri, salah seorang pembeli ikan mengeluh karena tingginya harga ikan seger, namun karena hari meugang yang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi turun-temurun masyarakat Aceh, di mana setiap keluarga di hari meugang harus menyajikan hidangan istimewa untuk keluarga dan tamu.
“Setiap tahun, kami selalu membeli ikan untuk Meugang. Tradisi ini sudah turun-temurun, dan rasanya kurang lengkap kalau tidak ada hidangan istimewa,” ujar Fitri.
Keramaian di TPI Ujoeng Serangga diperkirakan berlangsung hingga siang hari. Warga yang datang dari berbagai daerah di Abdya memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan ikan segar terbaik sebagai bagian dari perayaan Meugang.
Meski padat, suasana tetap kondusif, dan para pedagang serta pembeli bertransaksi dengan tertib. Dengan tingginya antusiasme warga, tradisi Meugang terus menjadi momen yang dinanti-nanti menjelang Idulfitri, menguatkan kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh.











