Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mencari tempat baru pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) yang sebelumnya direncanakan pada lahan bekas SDN 99 Desa Deah Raya kota setempat, karena lokasi tersebut digunakan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Lahan ini sudah di hibah untuk kota dan bersertifikat Pemkot, lokasi ini belum cukup murid untuk kita bangun sekolah SMP, dan sementara kosong kita manfaatkan untuk dapur SPPG yang juga ada kaitannya pendidikan yaitu MBG sekolah kawasan tersebut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, di Banda Aceh, Jumat.
Dirinya mengatakan, untuk pembangunan sekolah SMP bakal dicarikan lokasi baru yang menghubungkan beberapa desa, yaitu pelajar dari desa Deah Raya, Tibang, Lingke dan Alue Naga. Mengingat lahan bekas SDN 99 itu kurang representatif.
Saat ini, sekitar 20 siswa dari kawasan tersebut telah ditampung di SMP sekitar, sehingga kebutuhan pendidikan mereka tetap terpenuhi.
“Lahannya tidak representatif. Artinya, kalau kita bangun di situ, orang Tibang tidak mungkin juga ke sana, sementara penduduk Tibang dan Lingke lebih banyak yang bersekolah SMP,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah mengatakan pembangunan SPPG di lokasi tersebut merupakan program pemerintah pusat, sehingga tetap dilanjutkan.
Ia menyampaikan, jumlah murid di sekolah tersebut sebelumnya tidak lagi mencukupi, sehingga kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke sekolah lain. Pemerintah kota segera mengusulkan pembangunan sekolah setelah tersedia lahan dan jumlah murid terpenuhi.
“Kemarin memang dari segi muridnya tidak mencukupi, makanya dialihkan sementara. Nanti kalau lahannya ada dan muridnya cukup, itu akan kita usulkan pembangunannya,” kata Afdhal.
Pemerintah kota saat ini masih berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mencari lokasi yang layak, baik aset milik gampong maupun pemerintah kota.
“Ini lagi kita koordinasikan sama perangkat gampong juga, lahan mana yang layak kita bangun, ada punya asetnya gampong ataupun punya kota, yang nanti akan kita fasilitasi untuk kita bangun baru,” ujarnya.
Afdhal menegaskan, pemerintah kota tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas, sehingga seluruh anak memiliki akses terhadap layanan pendidikan yang layak tanpa membedakan wilayah.
“Tidak ada pilih kasih, semua anak-anak dioptimalkan pendidikan mereka, dan kita sekarang juga melakukan pemerataan guru-guru ke semua sekolah, termasuk di Deah Raya” demikian Afdhal Khalilullah.










