Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Urang Gayo ‘Anak Tiri’ di Pemerintahan Mualim-Fadhlullah

redaksi by redaksi
11/05/2025
in Opini
0
Pesona Seni Negeri Antara

Oleh Wen Ari Gayo. Penulis adalah petani kopi di tanoh Gayo.

Urang Gayo belum merasakan sentuhan apapun pasca pemerintahan Mualim-Fadlullah berkuasa. 100 hari kerja pemerintahan Aceh baru juga masih minim berbicara soal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Negeri Antara. Baik berupa rencana pembangunan hingga proyek prioritas.

Keberadaan Al Hudri sebagai Plt Sekda Aceh, sebagai wakil masyarakat Gayo di Pemerintah Aceh pun, dicopot saat belum genap sebulan bekerja.

Padahal, jika menilik hasil Pilkada 2024 lalu, pasangan Mualim-Fadlullah tampil dominan di wilayah tengah Aceh.

Dari 4 kabupaten di tanoh Gayo, pasangan Mualim-Fadlullah tampil sebagai pemenang di tiga kabupaten. Yaitu Aceh Tenggara, Gayo Lues serta Aceh Tengah. Hanya kalah tipis di Bener Meriah.

Saat di pesisir timur, pasangan nomor dua di pilkada Aceh 2024 ini tumbang, kecuali Aceh Utara, sebanyak 4 kabupaten kota di wilayah tengah Aceh turut menyumbang suara yang sangat signifikan. Ini tentu karena besarnya harapan masyarakat di wilayah Gayo terhadap kedua tokoh ini.

Ini karena urang Gayo menaruh harapan besar pada sosok Mualim-Fadhullah.

Dalam pembangunan proyek daftar strategis Aceh 2025 yang beredar beberapa waktu lalu misalnya, keberadaan wilayah Gayo seakan luput dari rencana Pemerintah Aceh. Hal ini tentu membuat urang Gayo terluka.

Masyarakat Gayo seakan menjadi ‘anak tiri’ di pemerintahan ini. Padahal tak sedikit suara urang Gayo untuk kemenangan Mualim-Fadhulullah.

Hal inilah yang kemudian gagasan Provinsi Aceh Leuser Antara yang terpisah dengan Aceh kembali muncul saat pemerintah pusat kembali membuka kran daerah otonomi baru di Indonesia.

Sayangnya, gagasan Provinsi Aceh Leuser Antara juga kecil kemungkinan terwujud. Ini karena dalam usulan Pemerintah Aceh ternyata juga tak ada nama tadi.

Mau tak mau, kami sebagai warga Aceh di wilayah tengah, hanya mampu meratapi keputusan tadi. Menyesalkan bahwa harapan kami yang tinggi kepada Pemerintah Aceh ternyata masih ditanggapi setengah hati.

Keadaan ini seakan membenarkan apa yang disampaikan elit politik di Gayo saat musim pemilu. Bahwa tak mungkin mimpi membangun Gayo bakal terwujud kecuali urang Gayo sendiri yang terpilih untuk memimpin Aceh.

Namun di pilkada 2024 lalu, tak ada urang Gayo yang maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh. Yang ada hanya istri dari calon gubernur, Fadhil Rahmi, Dr. Sarina Aini, yang berdarah Gayo. Sementara di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono, juga merupakan anak Gayo di Pemerintah Prabowo, yang tak lain juga elit politik Gerindra yang menjadi pendukung Utama Mualim-Fadhullah.

Saat ini pilkada sudah selesai. Kami hanya menuntut agar Pemerintahan Mualim-Fadhullah memberi sedikit perhatian kepada masyarakat di Negeri Antara.

Wilayah dataran tinggi Gayo hendaknya menjadi daerah prioritas pembangunan untuk Aceh kedepan. Demikian juga dalam pembagian skala prioritas lainnya di Aceh, tanpa mendiskreditkan wilayah-wilayah lainnya yang juga penyumbang suara kemenangan Mualim-Fadhullah lainnya.

Buat kami tak menyesal telah memilih anda berdua.

Harapan ini sengaja disampaikan di awal pemerintahan Mualim-Fadhullah. Dengan harapan, adanya pembaikan kedepan dan kami di wilayah Gayo tak dipandang setengah mata. Jika memang cinta ini tak terbalas, maka izinkan kami berpisah dengan Aceh. []

 

Previous Post

Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Perkuat Pendidikan di Kawasan Aceh

Next Post

SMKN 1 Tapaktuan Raih Juara Umum LKS Jenjang SMK Tingkat Kabupaten

Next Post
SMKN 1 Tapaktuan Raih Juara Umum LKS Jenjang SMK Tingkat Kabupaten

SMKN 1 Tapaktuan Raih Juara Umum LKS Jenjang SMK Tingkat Kabupaten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Azhari Cage Ucapkan Selamat untuk Rahul Usai Ditetapkan Jadi Ketum PNA

10/08/2026
Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh Berikan Apresiasi Kepada Murthalamuddin

Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh Berikan Apresiasi Kepada Murthalamuddin

10/08/2026
Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026
Omen, Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Tamiang

Kronologi Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Aceh Tamiang

10/08/2026
Bisnis Rintisan ‘Yuk Makan’ Karya Mahasiswa UTU Mendapat Dukungan Bupati Aceh Barat

Bisnis Rintisan ‘Yuk Makan’ Karya Mahasiswa UTU Mendapat Dukungan Bupati Aceh Barat

10/08/2026

Terpopuler

Pesona Seni Negeri Antara

[Opini] Urang Gayo ‘Anak Tiri’ di Pemerintahan Mualim-Fadhlullah

11/05/2025

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

Omen, Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Tamiang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com