BLANGPIDIE – Suasana penuh haru dan kekhidmatan menyelimuti halaman Masjid Agung Baitul Ghafur Blangpidie, saat Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) secara resmi melepas keberangkatan 64 Calon Jamaah Haji (CJH) dari kabupaten setempat, Selasa (20/05/2025).
Tangis, pelukan dan doa dari keluarga mengiringi langkah para tamu Allah SWT yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Momen ini menjadi peristiwa yang menyentuh hati banyak orang. Warga tumpah ruah, menyaksikan prosesi pelepasan dan memberikan dukungan moral kepada para jamaah yang akan segera berangkat.
Turut hadir dalam pelepasan itu, Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Ubaidillah, S.Ag., yang menyampaikan beberapa informasi penting kepada awak media. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap jamaah tetap maksimal, terutama bagi jamaah.
“Secara teknis memang tanggung jawab Kementerian Agama. Tapi perhatian dari pemerintah daerah tetap ada. Uang saku misalnya, sudah kami transfer langsung ke rekening masing-masing. Dana ini bersumber dari APBK”, ujar Ubaidillah.
Ia menjelaskan bahwa calon jamaah haji Abdya tahun ini tergabung dalam Kloter 5 dan akan diberangkatkan dari Banda Aceh pada 22 Mei, sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, sebelum itu para jamaah akan menginap terlebih dahulu di hotel, baru kemudian malam berikutnya pukul 20.00 WIB masuk ke Asrama Haji Banda Aceh.
“Tahun ini ada pergeseran jadwal. Tapi yang penting, semua jamaah kita dalam kondisi sehat dan siap untuk diberangkatkan. Harapan kita, semua menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Jaga kesehatan dan semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah-nya”, tambahnya penuh harap.
Dibanding tahun lalu, jumlah jamaah haji asal Abdya tahun ini memang mengalami penurunan cukup drastis. Dari yang sebelumnya hampir 90 orang, kini hanya 64 orang yang berangkat.
“Jumlahnya jauh menurun. Tahun lalu lebih dari 80 orang, sekarang hanya 64. Kita tidak tahu apa penyebabnya karena itu ranah Kementerian Agama. Kita hanya menjalankan sesuai kuota yang diberikan,” jelas Ubaidillah.
Dari 64 jamaah tersebut, 23 orang laki-laki dan 41 orang perempuan. Mereka berasal dari sembilan kecamatan yang ada di Abdya, dengan rincian sebagai berikut:
– Lembah Sabil, 2 orang
– Manggeng, 12 orang
– Tangan-Tangan, 2 orang
– Setia, 4 orang
– Blangpidie, 16 orang
– Susoh, 17 orang
– Jeumpa, 2 orang
– Kuala Batee, 6 orang
– Babahrot, 3 orang
Yang paling menyita perhatian, tiga jamaah lanjut usia yang menjadi simbol keteguhan dan semangat luar biasa. Meski usia tak lagi muda, namun tekad dan keinginan untuk memenuhi panggilan Ilahi tak tergoyahkan.
1. Timariam Mahmud Ubit. Nenek 92 tahun asal Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, menjadi jamaah tertua tahun ini.
2. Munir Mujur Nyak Aleh. Kakek 88 tahun dari Desa Blang Manggeng, Kecamatan Manggeng.
3. Nyak Diwan Pawang Jakfar. Kakek 83 tahun dari Desa Pante Cermin, Kecamatan Babahrot.
Ketiganya hadir dengan penuh semangat, meski usia sudah sangat lanjut. Mereka menjadi inspirasi nyata bahwa niat suci dan keyakinan mampu mengalahkan keterbatasan usia dan fisik. Warga yang menyaksikan bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata melihat keteguhan hati para lansia ini.
Momen pelepasan semakin emosional saat keluarga para jamaah memberikan pelukan terakhir. Lambaian tangan, tangis haru, dan bisikan doa menjadi pengantar perjalanan mereka menuju Tanah Suci.
Keberangkatan jamaah haji dari Abdya tahun ini tak hanya bermakna religius, tetapi juga menjadi momen yang mempererat tali silaturahmi warga. Di tengah keterbatasan kuota dan tantangan fisik, semangat para jamaah, khususnya yang berusia lanjut, memberi pesan kuat bahwa usia bukan penghalang untuk mengejar panggilan suci dari Allah SWT.
Semoga seluruh jamaah haji asal Abdya diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh. Aamiin.










