Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

CMI Apresiasi Peran ASEAN dan Uni Eropa dalam Kawal Perdamaian Aceh

redaksi by redaksi
01/07/2025
in Nanggroe
0
CMI Apresiasi Peran ASEAN dan Uni Eropa dalam Kawal Perdamaian Aceh

CEO CMI Dr. Janne Taalas dalam seminar Martti Ahtisaari Legacy yang digelar di Jakarta, Senin, 30 Juni 2025. (Metrotvnews.com)

Jakarta – CEO Crisis Management Initiative (CMI), Dr. Janne Taalas, menegaskan bahwa mediasi damai merupakan keterampilan yang menuntut empati dan kerja sama, bukan sekadar teknik negosiasi. Hal ini ia sampaikan dalam seminar Martti Ahtisaari Legacy yang digelar di Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.

Taalas menyoroti tantangan baru dalam diplomasi global, di tengah menyusutnya ruang dialog dan krisis multilateralisme.

“Saat ini, aktor-aktor multilateral berada dalam tekanan. Kita butuh aktor regional dan multilateral yang bisa memberikan akuntabilitas dan kepastian,” ujar Taalas.

Ia juga mengapresiasi kontribusi ASEAN dan Uni Eropa dalam pemantauan perjanjian damai di Aceh yang tercapai pada 2005, menyebut bahwa aktor regional kerap lebih memahami konteks lokal, memiliki legitimasi kuat, dan mampu bergerak lebih adaptif.

“Asia Tenggara punya tradisi panjang dalam mediasi damai dan bisa menjadi contoh bagi dunia,” Taalas.

Dalam sesi yang sama, pendiri dan ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal, mengkritik meningkatnya sikap egoistik negara-negara besar yang justru memperburuk tatanan dunia.

“Semakin banyak negara yang mengedepankan kebijakan ‘aku duluan’. Padahal, itu bukan cara menyelesaikan persoalan global,” kata Dino. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam proses perdamaian.

Dino juga mengenang keterlibatannya dalam proses damai Aceh bersama Malik Mahmud, sebagai momen yang menggambarkan pentingnya rasa kemanusiaan bersama.

“Proses perdamaian itu mengingatkan kita pada kemanusiaan yang menyatukan,” pungkas dia.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Perusak Salib Jadi Tersangka Kasus Pembubaran Retret Kristen di Cidahu

Next Post

382 Personel Polda Aceh Mendapat Kenaikan Pangkat

Next Post
382 Personel Polda Aceh Mendapat Kenaikan Pangkat

382 Personel Polda Aceh Mendapat Kenaikan Pangkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Al-Farlaky Terima Penghargaan dari KIA

Bupati Al-Farlaky Terima Penghargaan dari KIA

11/06/2026
Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

11/06/2026
‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026
Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

11/06/2026
Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com