BANDA ACEH – Forum Ketua Koperasi Desa Merah Putih se-Banda Aceh melakukan kunjungan resmi ke Kantor Pusat Bank Aceh Syariah dalam rangka silaturahmi sekaligus penjajakan dukungan pengembangan koperasi desa di Banda Aceh. Rombongan forum disambut hangat oleh Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi, bersama jajaran manajemen.
Kunjungan ini dihadiri oleh enam perwakilan koperasi desa dari berbagai kecamatan di Banda Aceh, yakni Zulkarnain (Gampong Peunyerat – Banda Raya) juga selaku inisiator Forum Ketua Koperasi Desa Merah Putih Aceh, Mussanurvan (Lampoh Daya – Jaya Baru), Ilhamsyah (Lambung – Meuraxa), Candra (Neusu Jaya – Baiturrahman), Karim Gito (Lamglumpang – Ulee Kareng), serta Caella (Gampong Peuniti – Baiturrahman). Turut hadir tim pendamping dari kalangan pembina UMKM dan ahli desa, yaitu Dina Ediwani, Susanti Jakfar, dan Irhamuddin.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Fakhrurrazi selaku tuan rumah, dilanjutkan dengan sambutan dari Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi serta paparan dari perwakilan Forum.
Dalam sesi diskusi, Zulkarnain bin M. Ali sebagai inisiator Forum Ketua Koperasi menyampaikan harapan agar Bank Aceh tidak hanya menjadi mitra perbankan, namun juga mitra strategis dalam mendukung penguatan koperasi dari sisi pelatihan, pendampingan kelembagaan, hingga akses pembiayaan.
Senada dengan itu, Mussanurvan dari Koperasi Lampoh Daya berharap Bank Aceh dapat mengambil peran aktif sebagai anchor institution dalam pelaksanaan pembinaan koperasi desa. Sementara itu, Karim Gito yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah menekankan pentingnya pembinaan koperasi dari dua sisi utama, yakni kelembagaan dan kompetensi pengurus.
Susanti Jakfar dari Inkubator Bisnis Universitas Serambi Mekkah turut menyoroti perlunya pemahaman yang benar tentang sistem koperasi agar tidak terulang kembali kesalahan masa lalu pasca tsunami, di mana banyak koperasi bubar akibat anggapan keliru bahwa dana koperasi adalah hibah yang tidak perlu dikembalikan.
Menambahkan perspektif teknis, Irhamuddin, Tenaga Ahli DPMG menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam pengembangan koperasi, yaitu kelembagaan yang kuat, kompetensi pengurus yang mumpuni, serta adanya rencana usaha koperasi yang tertulis dan realistis.
Merespons hal tersebut, Syahrul Ramadhan, staf bagian Bisnis dan Digital Bank Aceh Syariah, menyambut baik inisiatif forum. Ia mengusulkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan roadmap pendampingan koperasi, mulai dari pelatihan pencatatan keuangan hingga pemanfaatan produk layanan Bank Aceh seperti “Lakupandai” sebagai bagian dari digitalisasi koperasi.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menggelar FGD lanjutan dengan Bank Aceh sebagai tuan rumah. FGD tersebut rencananya akan melibatkan Walikota Banda Aceh, Dinas Koperasi dan UKM, DPMG, Dekopin, serta berbagai stakeholder lainnya demi memperkuat peran koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di Aceh.
Forum Ketua Koperasi berharap kerja sama ini dapat menjadi titik awal penguatan koperasi desa di Banda Aceh agar lebih adaptif, produktif, dan mandiri ke depan.











