Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BKSDA Aceh Pasang Alat Pelacak Posisi Gajah Liar

redaksi by redaksi
16/07/2025
in Nanggroe
0
BKSDA Sebut Pemasangan Kawat Kejut di Aceh Capai 82 Kilometer

Arsip foto - Kawanan gajah sumatra liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memasang alat pelacak posisi pada satu individu gajah sumatra (elephas maximus sumatranus) liar di Kabupaten Pidie guna memantau posisi dan pergerakan satwa dilindungi tersebut.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Selasa, mengatakan pemasangan alat pelacak posisi berupa kalung GPS Collar tersebut sebagai upaya memperkuat mitigasi interaksi negatif satwa dilindungi itu.

“Pemasangan alat pelacak untuk memantau pergerakan gajah. Data posisi dari alat tersebut bisa dijadikan sebagai peringatan dini jika gajah mendekati areal aktivitas masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan alat pelacak posisi berupa sebuah kalung yang dipasangi ke satu individu gajah betina berusia kurang lebih 30 tahun. Gajah betina itu merupakan bagian dari kelompok gajah liar berjumlah sekitar 35 individu.

“Kelompok gajah liar tersebut selama ini tercatat aktif di wilayah koridor Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Dengan adanya alat tersebut, dapat diketahui di mana posisi kelompok atau kawanan gajah liar itu,” katanya.

Menurut dia, data posisi yang dikumpulkan dari alat tersebut nantinya juga dapat digunakan dalam merancang strategi pengelolaan konservasi gajah, khususnya di wilayah koridor Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya.

Pemasangan kalung pelacak posisi tersebut dilakukan tim BKSDA Aceh bekerja sama dengan tim dokter hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala serta Masyarakat Peduli Konflik Gajah (MPKG) Kabupaten Pidie.

“Pemasangan alat tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta dengan pertimbangan, baik keselamatan petugas maupun gajah itu sendiri,” katanya.

Merujuk pada daftar kelangkaan satwa lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra ini berstatus spesies yang terancam kritis serta berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh.

Kemudian, tidak menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian.

Semua perbuatan terhadap satwa liar dilindungi tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sumber: antara

Previous Post

Nyamar Jadi Pemulung, Ibu Asal Pidie Jaya Gasak Uang Rp20 Juta di TK AT- Zahra

Next Post

Seorang Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di RS Madinah Meninggal

Next Post
Seorang Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di RS Madinah Meninggal

Seorang Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di RS Madinah Meninggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jelang Musda, FPRB Pidie Jaya Galang Kekuatan Lembaga Peduli Bencana

Jelang Musda, FPRB Pidie Jaya Galang Kekuatan Lembaga Peduli Bencana

28/07/2026
Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

28/07/2026
Ohku, Capaian Imunisasi di Aceh Baru 19 Persen

Ohku, Capaian Imunisasi di Aceh Baru 19 Persen

28/07/2026
Al-Farlaky Percepat Pembangunan Huntap Serba Jadi

Al-Farlaky Percepat Pembangunan Huntap Serba Jadi

28/07/2026
Al-Farlaky Buka Khitan Massal Baitul Mal, 118 Anak Terima Layanan dan Santunan

Al-Farlaky Buka Khitan Massal Baitul Mal, 118 Anak Terima Layanan dan Santunan

28/07/2026

Terpopuler

BKSDA Sebut Pemasangan Kawat Kejut di Aceh Capai 82 Kilometer

BKSDA Aceh Pasang Alat Pelacak Posisi Gajah Liar

16/07/2025

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com