SIGLI – Ketersedian stok beras di Bulog Sigli mencapai 19.361 ton, Surplus, tapi anehnya beras di pasar-pasar tetap mahal di kabupaten Pidie.
Hal itu dikatakan ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kabupaten Pidie, Muhammad Junaidi kepada Atjehwatch.com, Minggu 3 Agustus 2025.
“Masyarakat kita takala harga HET ditetapkan dengan tarif Rp.6.500 per kg berharap hujan turun. Air di tempayan dihabiskan. Begitulah istilah masyarakat petani saat ini, menjual gabah tanpa meninggal stok padi di rumahnya hingga beras mahal di pasar. Sangat berat untuk membelinya dengan harga fantastis mahal.”
“Pihak Bulog pun tidak bisa berbuat banyak walau gabah surplus tapi aturan yang ketat tidak mampu menyuplai atau memasok langsung ke pasar-pasar sembako karena harus ada izin Rumah Pangan Kita (RPK) dari Dinas Pangan dan Disperindagkop hingga beras mahal di pasar.”
“Maka dari itu, kita berharap pemerintah kabupaten Pidie untuk Sidak pasar dan mempermudah izin RPK agar pemasok gabah lancar ke pasar-pasar yang ada di kabupaten Pidie, dan Kadin Berharap Bulog benar-benar turun langsung memastikan tidak ada beras oplosan,” katanya
Padahal Pemerintah telah menentukan harga HET beras tapi kenapa bisa di pasar-pasar harga beras mahal. “Maka perlu hadir pemerintah langsung terhadap harga beras mahal di kabupaten Pidie,” ujar Muhammad Junaidi Ketua Kadin kabupaten Pidie.[Mul]








