Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Pembangunan Huntara di Aceh, Pakar UGM Tekankan Aspek Keselamatan

redaksi by redaksi
06/01/2026
in Kampus
0
Pembangunan Huntara di Aceh, Pakar UGM Tekankan Aspek Keselamatan

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada membangun 100 Hunian Sementara atau Huntara bagi warga terdampak banjir di Aceh Utara. Huntara berukuran 6 x 6 meter dengan fasilitas dua kamar, ruang multifungsi, dan teras untuk mendukung kehidupan keluarga selama masa transisi.

Pakar kebencanaan yang juga Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., mengapresiasi progres pembangunan Huntara bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Pembangunan Huntara menjadi langkah penting dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memastikan pengungsi dapat segera menempati hunian yang lebih layak. Capaian pembangunan fisik tersebut harus diiringi dengan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan, terutama di tengah masih tingginya potensi bencana susulan.

“Progres Huntara patut diapresiasi. Tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh penduduk, pengungsi, serta para pekerja yang terlibat dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berada dalam kondisi aman dan mendapatkan suplai logistik yang memadai,” ucap Dwikorita, Selasa (6/1).

Dwikorita menekankan bahwa rumah dan infrastruktur yang telah dibangun benar-benar berada pada lokasi yang aman. Hal ini menjadi krusial mengingat potensi longsor, banjir bandang, dan banjir susulan masih tinggi. “Huntara harus dipastikan aman dari ancaman longsor dan banjir bandang,” ujarnya.

Aspek keamanan tidak hanya berlaku untuk Huntara, tetapi juga harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Tanpa perencanaan berbasis risiko bencana dan kondisi lingkungan, pembangunan Huntap justru berpotensi menciptakan siklus bencana berulang di masa depan.

Menurut Dwikorita, untuk menjamin keamanan tersebut, upaya pencegahan dan mitigasi bencana secara permanen sangat penting dilakukan secara paralel bersamaan dengan pelaksanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah pertama yang bersifat mutlak adalah pemulihan kerusakan lingkungan sebagai prioritas karena membutuhkan waktu yang panjang hingga bertahun-tahun. “Apabila pemulihan lingkungan tidak berhasil, maka periode ulang bencana bisa menjadi semakin cepat dengan magnitude yang jauh lebih dahsyat,” jelasnya.

Selain itu, pentingnya melakukan inspeksi menyeluruh di wilayah hulu sungai sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir bandang. Mengidentifikasi zona rawan berupa tumpukan sedimen longsoran maupun rontokan batuan yang berpotensi menyumbat aliran sungai dari arah hulu. Zona rawan tersebut apabila dipicu oleh akumulasi curah hujan tinggi akan menjadi bencana.

“Tanpa pemantauan yang memadai di wilayah hulu, ancaman banjir bandang sering kali datang tiba-tiba dan sulit terdeteksi dari wilayah hilir. Padahal, tanda-tanda awalnya dapat dikenali lebih dini melalui inspeksi berbasis teknologi,” tambah Dwikorita.

Pengaplikasian sistem peringatan dini multi bencana di setiap wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rawan menjadi aspek penting guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekiarnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menegaskan edukasi dan literasi kebencanaan kepada masyarakat harus dilakukan secara sistematis, rutin, dan berkelanjutan. Edukasi kebencanaan harus menjadi bagian dari proses pembangunan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. “Literasi kebencanaan adalah fondasi utama agar upaya mitigasi benar-benar mampu menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Bagi Dwikorita, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bukan sekadar membangun kembali secara cepat, tetapi membangun dengan lebih baik (build back better), yakni membangun secara lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan dibandingkan kondisi sebelum bencana.

“Setiap pembangunan pascabencana didasarkan pada pembelajaran dari kejadian sebelumnya, analisis risiko yang matang, serta pemulihan lingkungan yang menyeluruh, sehingga masyarakat tidak kembali menjadi korban pada bencana berikutnya,” pungkasnya.

Previous Post

Jelang Sidang Tesis, Apoteker Muda Universitas Negeri Malang Mengabdi di Aceh

Next Post

Bareskrim Polri Datang ke Aceh Tamiang Usut Gelondongan Kayu

Next Post
Bareskrim Polri Datang ke Aceh Tamiang Usut Gelondongan Kayu

Bareskrim Polri Datang ke Aceh Tamiang Usut Gelondongan Kayu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

14/01/2026
Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

14/01/2026
Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026
PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

14/01/2026
Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

14/01/2026

Terpopuler

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026

Banjir Aceh Diduga Akibat Hilangnya 1.100 Hektar Hutan di DAS Jambo Aye

Krak, Harga Emas di Banda Aceh Capai Rp8 Juta per Mayam

Bandara SIM Aceh Gagalkan Penyelundupan 1,9 Kg Sabu ke Jakarta

Pemkab Pijay Salurkan Beras CPP Bagi Korban Banjir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com