Oleh Hafizhuddin Islamy. Pemuda Aceh di Istanbul.
Kondisi dunia internasional saat ini tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Banyaknya peristiwa yang terjadi di berbagai negara mulai dari konflik tak berkesudahan di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina, penculikan presiden Venezuela, konflik di Iran hingga bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian (Board of peace) buatan presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan adanya pergerakan yang sangat dinamis serta masif di berbagai belahan dunia. Rangkaian peristiwa tersebut juga memberikan kesan bahwa kondisi dunia saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil. Isu-isu internasional semakin panas setelah adanya pernyataan dari presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merebut Greenland secara sepihak dari Eropa dengan dalih keamanan nasional.
Membaca situasi saat ini, para pemimpin negara pun siap siaga mempersiapkan langkah terbaik guna mengantisipasi hal-hal yang mungkin bisa terjadi tanpa diduga-duga. Merujuk kepada pernyataan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menyampaikan adanya potensi perang dunia ketiga, terlihat jelas bahwa eskalasi politik internasional sedang berada di pucak yang sangat memprihatikan.
Ketidakstabilan kondisi saat ini menyebabkan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal yang paling terasa dampak dan pengaruhnya saat ini adalah ekonomi. Salah satu yang terlihat jelas adalah adanya kenaikan yang signifikan terhadap harga emas setiap kali konflik pecah dan ketika keadaan dunia terguncang oleh ketidakstabilan. Hal ini terus berulang, jika diperhatikan lebih jauh, ketika kondisi dunia aman diri isu-isu panas seperti sekarang, harga emas relatif stabil. Namun ketika ketidakstabilan mengguncang dunia, maka harga emas akan melonjak tinggi dengan cepat dalam hitungan hari. Hal ini juga terjadi ketika perang dagang antara Amerika Serikat dan China beberapa waktu lalu.
Harga emas yang terus bergerak semakin tinggi dipengaruhi oleh ketidakstabilan global membuat masyarakat terutama generasi z kebingungan. Perju dipahami bahwa generasi z adalah generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Generasi yang lahir dalam kurun tahun-tahun tersebut kini dihadapi oleh tantangan ekonomi yang sangat berat. Mereka yang memiliki tabungan selangkah lebih maju dalam menghadapi kondisi sekarang. Yang disayangkan adalah mereka yang belum memiliki kesiapan sama sekali dalam bentuk harta benda maupun tabungan.
Hal-hal seperti inilah yang melatarbelakangi pentingnya bagi kaum generasi z agar melek terhadap kondisi dunia saat ini. Setiap orang hari ini harus pandai membaca dan memprediksi keadaan dunia kedepan supaya bisa mempersiapkan langkah-langkah konkrit dalam menghadirkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi. Generasi hari ini tidak boleh acuh dan malas dalam membaca serta mempelajari apa yang sedang terjadi saat ini. Karena jika memilih acuh dan tidak peduli terhadap isu global sekarang, maka konsekuensinya adalah tertinggal dan tidak bisa bertahan.
Kembali ke harga emas yang terus beranjak naik. Hal ini menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan generasi z, terutama bagi mereka yang belum menikah. Bagaimana tidak, emas yang dalam prosesi pernikahan digunakan sebagai mahar tersebut hari demi hari harganya semakin menggila. Tekanan ekonomi ini menyebabkan gen z merasa belum cukup secara finansial untuk melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan. Akibatnya angka pernikahan dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang signifikan. Sebut saja di Aceh, menurut data dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, angka pernikahan di Aceh yang paling tinggi tercatat pada tahun 2019 sebanyak 45.629 orang. Angka tersebut terus menyusut, pada tahun 2024 jumlahnya tercatat 33.292 orang dan tahun 2025 sebanyak 31.663 orang.
Tentunya hal ini tidak bisa hanya dilihat sebagai gejala sosial hasil dari ketidakstabilan global yang mengakibatkan guncangan terhadap ekonomi masyarakat. Namun tantangan yang sedang dihadapi haruslah diberi solusi. Terutama dalam hal kembali mendongkrak minat menikah para generasi z; entah itu melalui penurunan standar mahar, mengganti satuan mahar di Aceh dari mayam menjadi gram ataupun upaya-upaya lainnya. Pada dasarnya, adat adalah sesuatu yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Akan tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa adat bisa berjalan secara relevan sesuai perkembangan zaman, bukan menjadi pagar penghalang bagi sebuah ikatan pernikahan.
Terlepas dari berbagai tantangan yang ada dan kondisi dunia yang tidak menentu serta hal-hal lainnya. Generasi hari ini mau tidak mau harus mempersiapkan diri guna menghadapi ketidakpastian kondisi global. Untuk mempersiapkan finansial yang baik secara ekonomi, menabung sejak dini adalah salah satu hal yang patut dicoba. Namun perlu diketahui bahwa dengan mempertimbangkan kondisi hari ini, rasanya menabung dalam bentuk uang bukanlah satu hal yang solutif. Hal ini dikarenakan nilai mata uang yang terus bergerak dan berubah-ubah. Apalagi nilai tukar rupiah yang dari hari ke hari terus melemah. Tentunya hal seperti ini bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh pelaku ekonomi, apalagi yang baru mulai menabung. Mengapa demikian? Karena jika nilai suatu mata uang terus melemah, maka suatu saat mata uang itu bakal tiada lagi harganya.
Oleh karenanya para pelaku ekonomi ataupun mereka yang hendak mulai menabung sejak dini harus mencari sesuatu yang nilai tukarnya terus terjaga sepanjang zaman. Dan salah satu saran yang bisa coba dijalankan adalah dengan mulai menabung emas. Tidak perlu langsung memulai dengan banyak, namun perlahan-lahan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Harga emas yang dari tahun ke tahun cenderung terus naik dan tidak pernah turun menunjukkan emas sangatlah stabil dalam menjaga nilai tukar. Jikalau harga emas turun, maka turunnya pun hanya sepersekian persen dan dalam waktu dekat ia akan kembali ke harga semula.
Menariknya dalam 2 atau 3 tahun terakhir, pergerakan harga emas mengalami pasang surut yang begitu cepat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika kita melihat lebih jauh maka kita akan mendapati bahwa harga emas memang bergerak semakin tinggi, namun pergerakannya relatif stabil dan perlahan lahan, tidak secepat pergerakan hari ini. Dengan beberapa hal serta alasan yang telah dipaparkan, rasanya tidak ada waktu lagi menunda niat untuk menabung. Sudah cukup selama ini hidup untuk memenuhi gaya hidup; sedangkan yang sebenarnya harus dipenuhi itu adalah kebutuhan hidup: bukan gaya hidup. Kebiasaan hidup boros dan berfoya-foya harus sudah disudahi dan diganti dengan hidup hemat penuh strategi agar tidak menyesal dikemudian hari.
![[Opini] Tantangan Gen Z di Tengah Tingginya Eskalasi Politik Global dan Carut-Marut Ekonomi](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-01-31-at-18.04.56-750x375.jpeg)









