Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Dukung Pemulihan Psikologis Pascabencana, Tim PKM UNESA Bekali Guru Pembelajaran Aman dan Responsif

redaksi by redaksi
09/02/2026
in Kampus
0
Dukung Pemulihan Psikologis Pascabencana, Tim PKM UNESA Bekali Guru Pembelajaran Aman dan Responsif

STABAT- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan bertajuk “Praktik Pembelajaran Aman dan Responsif untuk Mendukung Psychological Well-Being Pasca Bencana” beberapa hari lalu.

Ketua Tim PKM, Dr Retno Tri Hariastuti MPd Kons kepada media ini, Senin (9/2/2026) mengatakan, kegiatan ini berlangsung di Aula Serbaguna Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melibatkan 50 guru dari berbagai satuan pendidikan.

“Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang aman, responsif, dan berorientasi pada pemulihan psikologis pascabencana,” ujar Dr Retno.

Disebutkannya, anggota ini terdiri dari Sherrin Nurlita Widya MPd dan Qurrota A’yuni Fitriana MPsi. Pelaksanaan PKM menitikberatkan pada pentingnya peran guru sebagai safe adult dan figur kunci dalam menciptakan sekolah sebagai ruang pemulihan (healing space) bagi peserta didik.

Dr Retno menjelaskan, guru diharapkan mampu merespon kondisi emosional peserta didik secara empatik tanpa mengabaikan keberlanjutan proses pembelajaran.

Ia menguraikan, penyampaian materi diawali dengan penguatan pemahaman mengenai psychological well-being sebagai dasar kesiapan belajar, dilanjutkan dengan pembahasan dampak bencana terhadap aspek emosional, perilaku, sosial, dan akademik siswa.

“Dalam sesi ini, guru diajak memahami bahwa perilaku siswa pascabencana merupakan bentuk respons adaptif yang perlu dihadapi dengan empati, bukan dengan hukuman,’ kata Dr Retno.

Dikatakannya, kemudian peserta dibekali dengan prinsip pembelajaran aman yang mencakup keamanan fisik dan psikologis, relasi guru dan siswa yang hangat, aturan kelas yang jelas dan adil, serta proses pembelajaran yang bebas stigma.

Ia menekankan, pentingnya pembelajaran responsif, yaitu kepekaan guru terhadap emosi siswa, fleksibilitas dalam metode pembelajaran, penghargaan terhadap perbedaan reaksi siswa, serta empati sebagai landasan utama interaksi di kelas.

Selain itu ungkapnya, peserta juga dikenalkan pada strategi praktis yang dapat diterapkan di kelas, antara lain penerapan rutinitas menenangkan, check-in emosi siswa, aktivitas kolaboratif, serta pemberian waktu jeda dalam proses belajar.

Dr Retno meuturkan, teknik regulasi emosi sederhana turut diajarkan kepada para peserta agar nantinya dapat dipraktikkan bersama siswa, seperti teknik pernapasan 4–4–4, peregangan ringan, dan kegiatan menulis perasaan.

“Untuk memperkuat pengalaman belajar, kegiatan dilengkapi dengan ice breaking reflektif, seperti Cuaca Emosi dan Lingkar Harapan, yang bertujuan membangun rasa aman dan keterhubungan antarpeserta,” ucapnya.

Lebih lanjut Dr Retno memaparkan, peserta kemudian diajak mendiskusikan studi kasus nyata, kolaborasi layanan dengan konselor sekolah, serta alur rujukan jika ditemukan siswa yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Peserta diarahkan untuk menyusun rencana tindak lanjut berupa satu perubahan kecil yang siap diterapkan di kelas, refleksi mingguan, serta dokumentasi praktik baik” imbuhnya.

Dr Retmo mengharapakan, melalui rangkaian kegiatan ini, guru mampu menciptakan iklim kelas yang lebih tenang, meningkatkan kehadiran dan interaksi siswa, serta mendukung pemulihan motivasi belajar pascabencana.

Previous Post

Pimpinan dan Anggota DPRK Banda Aceh Hadiri Pelantikan Keuchik Serentak

Next Post

Pendemo Tuntut Transparansi Pemkab Pijay Soal Bantuan Bencana

Next Post
Pendemo Tuntut Transparansi Pemkab Pijay Soal Bantuan Bencana

Pendemo Tuntut Transparansi Pemkab Pijay Soal Bantuan Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tutup Daurah Ramadhan Masjid Agung Meulaboh, Kepala Dinas Syariat Islam: Kita Apresiasi dan Dukung Program Ini

Tutup Daurah Ramadhan Masjid Agung Meulaboh, Kepala Dinas Syariat Islam: Kita Apresiasi dan Dukung Program Ini

17/03/2026
Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

17/03/2026
Kemenkum Aceh Bekali Pegawai Perkuat Budaya Pelayanan Prima

Kemenkum Aceh Bekali Pegawai Perkuat Budaya Pelayanan Prima

17/03/2026
Satgas PRR Aceh Serahkan Bantuan Presiden untuk Bireuen

Satgas PRR Aceh Serahkan Bantuan Presiden untuk Bireuen

17/03/2026
Pemkab Pijay Salurkan Bansos ke Kelompok Rentan dan Yatim

Pemkab Pijay Salurkan Bansos ke Kelompok Rentan dan Yatim

17/03/2026

Terpopuler

Selalu Peduli Anak Yatim, Dr. Safaruddin Layak Digelari “Bapak Anak Yatim Abdya”

Selalu Peduli Anak Yatim, Dr. Safaruddin Layak Digelari “Bapak Anak Yatim Abdya”

14/03/2026

Lebaran Idul Fitri di Indonesia Diprediksi Tak Serentak

Pidie Community Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Abi Roni Resmi Daftar Calon Ketua FPTI Aceh

Dukung Pemulihan Psikologis Pascabencana, Tim PKM UNESA Bekali Guru Pembelajaran Aman dan Responsif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com