MEUREUDU – Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri dengan lantang mengundurkan diri Ketua Tim Satgas Bencana Banjir.
Hal itu dikatakannya dalam rapat evaluasi penanganan tanggap darurat dan penetapan status tanggap bencana alam Kabupaten Pidie Jaya di posko utama, Selasa 10 Februari 2026.
Rapat yang dihadiri langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malaysi para Assisten dan para SKPK, ketua DPRK serta Kapolres setempat.
Amatan Atjehwatch.com, selain mengundurkan diri, Hasan Basri juga menyoroti dan mempertanyakan uang kerja yang belum dibayar serta pengelolaan uang BTT yang dikelola oleh Satuan Kerja perangkat kabupaten SKPK setempat.
Dalam pada itu, Bupati Sibral Malasyi mengatakan tidak mengizinkan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk mengundurkan diri dari Satgas bencana, mari bersama-sama membangun Pidie Jaya Paska Bencana Alam.
“Tidak ada pengunduran diri, Wakil Bupati itu masih sebagai ketua Satgas penanggulangan bencana, karena mengikat antara jabatan sebagai wakil Bupati dengan ketua Satgas. Artinya walaupun tadi pernyataan bahwa beliau mengundurkan diri secara tersirat ataupun tersurat tidak boleh mengundurkan diri.”
“Seperti kita waktu itu menyampaikan surat ketidakmampuan dalam penanggulangan bencana di kabupaten Pidie jaya, kita menyurati kepada pemerintah pusat bahwa kita tidak sanggup. Itu bukan berarti kita tidak mau menjalankan, tapi kita tidak punya kesanggupan untuk menyelesaikan besarnya musibah bencana ini, ya tetap kita hadapi,” kata Sibral Malasyi.[Mul]









