BLANGKEJEREN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, selama beberapa jam menyebabkan terjadinya banjir dan longsor pada Senin malam (06/04). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan berdampak pada sejumlah desa di beberapa kecamatan.
Air meluap hingga menggenangi rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa, sementara tanah longsor menutup badan jalan utama yang menghubungkan antar desa
Bencana ini terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Dabun Gelang di Desa Badak, Kecamatan Putri Betung di Desa Singah Mulo, Kecamatan Rikit Gaib di Desa Kalapinang dan Kendawi, serta Kecamatan Pining di Desa Pasir Putih. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanggul jebol di Kecamatan Dabun Gelang sehingga merendam persawahan milik warga.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT mengatakan akibat hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan banjir dan longsor di kabupaten Gayo Lues. Bahron mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama saat hujan deras masih berlangsung agar menghindari risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan.
“Informasi terakhir dari Pusdalops, 4 (empat) Kecamatan terkena dampak banjir. Kita masih menunggu perkembangan kedepan,” sebut Bahron Bakti.
Selain itu, akses jalan lintas Blangkejeren–Aceh Tenggara dilaporkan putus di kawasan Sirkil, Desa Singah Mulo, akibat tergerus aliran sungai.
Longsor juga menutup badan jalan menuju Kecamatan Rikit Gaib di wilayah Kalapinang dan Kendawi, sementara banjir menggenangi jalan lintas Gayo Lues di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining.
Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur dan dampak material yang cukup signifikan, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta dokumentasi terkait kejadian tersebut. Hingga saat ini, kondisi di beberapa titik masih dalam tahap penanganan, di mana pihak terkait tengah berupaya memperbaiki jalan yang rusak di Kecamatan Putri Betung akibat gerusan Sungai Alas.
Sementara itu, material longsor di wilayah Kendawi dan Kalapinang sedang dibersihkan agar akses jalan dapat kembali normal, dan jalan lintas Gayo Lues–Aceh Timur di Desa Pasir Putih dilaporkan masih belum dilakukan pembersihan.











