Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh meminta semua pihak mengawasi seleksi penerimaan calon bintara Polri, agar mendapatkan sumber daya manusia terbaik dari proses penerimaan yang transparan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Senin, mengatakan agar para peserta maupun masyarakat tidak mempercayai calo atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dalam proses seleksi.
“Kelulusan menjadi anggota Polri sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil kerja keras peserta sendiri. Jadi, jangan mempercayai calo dengan iming-iming bisa meluluskan peserta,” kata Joko Krisdiyanto.
Perwira menengah Polda Aceh itu menambahkan dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak, seluruh rangkaian seleksi diharapkan dapat berjalan objektif, transparan, dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memantau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon Bintara Polri tahun anggaran 2026 yang berlangsung di Hanggar Helikopter Polda Aceh pada Senin.
Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari tahapan seleksi penerimaan anggota Polri,
“Pemantauan ini merupakan bagian dari pengawasan pemeriksaan kesehatan bagi calon Bintara Polri. Ada sebanyak 2.012 peserta seleksi mengikuti pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Dalam pemantauan tersebut, Marzuki Ali Basyah didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo. Turut hadir panitia seleksi serta pengawas internal dan eksternal guna memastikan proses berjalan sesuai prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk memastikan seluruh peserta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan sebagai syarat utama dalam proses seleksi calon Bintara Polri.
Sebanyak 2.012 peserta mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan tersebut. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 13 April hingga 22 April 2026.










