Banda Aceh — Anggota MPR RI, Muslim Ayub, mengingatkan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan arus perubahan zaman.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Gedung Serbaguna Banda Aceh, Rabu (13/5/2026), dan dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Menurut Muslim Ayub, nilai-nilai kebangsaan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan politik, sosial, maupun kepentingan kelompok.
“Empat Pilar MPR RI adalah fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika masyarakat memahami dan mengamalkannya, maka persatuan bangsa akan tetap terjaga,” ujar Muslim Ayub.
Ia menjelaskan, Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman bangsa Indonesia.
Muslim Ayub juga menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial yang kerap memicu polarisasi di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat nasionalisme dan menjaga nilai toleransi.
“Sikap saling menghormati dan menjaga persatuan harus terus dirawat. Jangan sampai perbedaan justru melemahkan bangsa kita sendiri,” katanya.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dalam membahas berbagai persoalan kebangsaan, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga keutuhan Indonesia.








