Takengon – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar kegiatan akademik rutin bertajuk Coffee Morning with LPPM IAIN Takengon pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Women and Dual Roles: Maintaining Harmony in Domestic and Public Sphere”, sebagai ruang refleksi akademik mengenai peran strategis perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kegiatan Coffee Morning merupakan salah satu program rutin LPPM yang menghadirkan diskusi ilmiah mengenai isu-isu sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Diskusi menghadirkan Dr. Maulida, M.Ed sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Dr. Muhammad Riza, MA. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif dengan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, peneliti, serta sivitas akademika yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Dalam pemaparannya, Dr. Maulida menjelaskan bahwa perempuan pada era modern menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan peran ganda sebagai pengelola kehidupan domestik sekaligus aktor penting di ruang publik. Menurutnya, keseimbangan antara kedua peran tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga dukungan lingkungan keluarga, institusi, dan masyarakat.
“Perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan sosial dan pendidikan. Namun, keberhasilan menjalankan peran di ruang publik tidak boleh mengabaikan keharmonisan keluarga. Kuncinya adalah keseimbangan, komunikasi yang sehat, dan pembagian peran yang adil,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dipahami sebagai upaya memperkuat kapasitas dan partisipasi perempuan tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan, keluarga, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan sosial.
Diskusi berkembang secara dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pandangan peserta mengenai tantangan perempuan karier, pengasuhan anak, kesetaraan gender, hingga strategi membangun keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Sementara itu, moderator kegiatan, Dr. Muhammad Riza, MA, menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan realitas masyarakat kontemporer. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog yang kritis dan konstruktif dalam membahas isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan manusia dan penguatan keluarga.
“Forum Coffee Morning menjadi wadah akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan sehingga lahir pemahaman yang lebih komprehensif terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini,” katanya.
Melalui kegiatan ini, LPPM IAIN Takengon kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang terbuka, reflektif, dan responsif terhadap berbagai isu strategis. Diskusi mengenai peran ganda perempuan diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif, harmonis, dan berkeadilan.










