Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Madya Hus Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

Joe Samalanga by Joe Samalanga
03/06/2026
in Nanggroe
0
Madya Hus  Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

BANDA ACEH – Budayawan Aceh, Madya, menilai keberlangsungan seni tutur tradisional Aceh seperti Dikee Aceh hingga kini lebih banyak ditopang oleh kecintaan masyarakat daripada dukungan pemerintah.

Menurutnya, meskipun sejumlah perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan telah mulai memberi perhatian terhadap warisan budaya Aceh, upaya tersebut masih belum cukup untuk menjamin keberlanjutan tradisi yang telah menjadi bagian penting identitas masyarakat Aceh.

“Dikie Aceh bukan sekadar sastra atau cerita biasa. Ini adalah seni tutur yang memiliki unsur pertunjukan dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” kata Madya kepada media di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini banyak orang keliru memahami seni tutur hanya sebagai bentuk sastra. Padahal, seni tutur merupakan perpaduan antara kemampuan bercerita, memerankan tokoh, menghidupkan dialog, hingga menghadirkan berbagai karakter dalam satu pertunjukan.

Madya mencontohkan sosok almarhum Tengku Adnan PMTOH, maestro seni tutur Aceh yang pernah mendapat julukan “Troubadour Aceh” saat tampil di Barcelona, Spanyol.

“Dalam waktu singkat beliau mampu menghadirkan berbagai karakter dan kisah kehidupan masyarakat. Kemampuan seperti itu sangat langka dan kini hampir tidak ditemukan lagi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian akademik, lanjut Madya, seni yang dipraktikkan Tengku Adenan lebih tepat dikategorikan sebagai seni tutur atau bahkan mendekati konsep one man play, karena satu orang memainkan banyak tokoh sekaligus dalam sebuah pertunjukan. Namun, ia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan seni tradisi tersebut.

“Kalau kita bicara peran pemerintah, terus terang masih sangat kurang. Justru yang menjaga keberlangsungan Dikee Aceh sampai hari ini adalah masyarakat,” katanya.

Madya menyebut bukti nyata kepedulian masyarakat terlihat dari masih seringnya pertunjukan Dikee Aceh dihadirkan dalam berbagai acara adat dan pesta pernikahan di kampung-kampung.

“Kalau bukan karena masyarakat yang terus mengundang dan memberi ruang tampil, mungkin Dikee Aceh sudah lama hilang. Karena itu pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada seniman, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan seni tutur dan kesenian tradisional lainnya agar tidak punah di tengah derasnya arus budaya modern.[]

Previous Post

Terdakwa Korupsi BOKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Madya Hus  Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

Madya Hus Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

03/06/2026
Terdakwa Korupsi BOKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terdakwa Korupsi BOKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

03/06/2026
Zilqueensa; Calon Paskibraka Nasional 2026 Asal Aceh Tamiang

Zilqueensa; Calon Paskibraka Nasional 2026 Asal Aceh Tamiang

03/06/2026
Hilangnya Jejak Kedua Sang Legenda Tuan Tapa

Hilangnya Jejak Kedua Sang Legenda Tuan Tapa

03/06/2026
Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap untuk Korban Banjir Tamiang

Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap untuk Korban Banjir Tamiang

03/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com