Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Dunia Pernah Dilanda Kemarau Parah, Mati Kelaparan Capai 60 Juta Orang

redaksi by redaksi
16/06/2026
in Internasional
0
Dunia Pernah Dilanda Kemarau Parah, Mati Kelaparan Capai 60 Juta Orang

Ilustrasi. (REUTERS/Murad Sezer)

Jakarta – Dunia pernah mengalami kekeringan parah pada periode 1876-1878. Bencana akibat El Nino ini, disebut juga menyebabkan kelaparan global dengan korban nyawa antara 30-60 juta seperti ditulis oleh imuwan iklim Deepti Singh dari Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia, Amerika Serikat, dikutip dari laman Global Science.

“Dari tahun 1876 hingga 1878, kelaparan besar menewaskan antara 30 hingga 60 juta orang di seluruh dunia. Kekeringan melanda sebagian besar planet ini, menyebabkan kekurangan pangan mulai dari Brasil hingga India dan Cina, dan memusnahkan sekitar 3 persen dari populasi, “kata Deepti Singh.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa El Niño sebagian bertanggung jawab atas kelaparan global. Dipicu oleh suhu di Samudra Pasifik khatulistiwa, El Niño adalah pola iklim yang sering disertai dengan kondisi hangat dan kering di India, Australia, dan Amerika Selatan.

Dalam makalahnya, Singh dan rekan-rekannya memberikan beberapa bukti kuantitatif pertama bahwa bencana lingkungan ini kemungkinan besar disebabkan oleh El Niño terkuat yang pernah diukur oleh instrumen manusia. Mereka juga menemukan bahwa kondisi ekstrem lainnya mungkin juga berperan.

Pendapat Singh sudah diperkuat oleh Jurnal American Meteoroligcal Society, yang menuliskan bahwa di antara kelaparan tersebut, yang disebut Kelaparan Global yang berlangsung dari tahun 1876 hingga 1878 adalah yang paling parah dan meluas setidaknya dalam 150 tahun terakhir.

Kelaparan Global menimbulkan penderitaan akut pada penduduk di berbagai bagian Asia Selatan dan Timur, Brasil, dan Afrika, dengan total korban jiwa diperkirakan melebihi 50 juta. Kelaparan ini dikaitkan dengan kekeringan berkepanjangan di India, Cina, Mesir, Maroko, Ethiopia, Afrika selatan, Brasil, Kolombia, dan Venezuela.

Dokumentasi sejarah menunjukkan angka kematian akibat kelaparan antara 12,2 dan 29,3 juta di India, antara 19,5 dan 30 juta di Cina, dan sekitar 2 juta di Brasil setara sekitar 3 persen dari populasi global pada saat itu.

“Ini bisa dibilang bencana lingkungan terburuk yang pernah menimpa umat manusia dan salah satu malapetaka terburuk dalam setidaknya 150 tahun terakhir, dengan korban jiwa yang sebanding dengan Perang Dunia dan epidemi influenza tahun 1918/1919. Pemicu kelaparan adalah kekeringan akut, tetapi faktor politik dan ekonomi, terutama pengabaian atau penghancuran sistem penyimpanan air dan biji-bijian tradisional, bertanggung jawab atas kegagalan panen yang berujung pada kematian massal yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis laman jurnal tersebut.

Studi itu mengungkapkan, kekeringan tahun 1876-78 di Tiongkok utara, yang mengakibatkan kegagalan panen berturut-turut, adalah yang paling parah dalam 300 tahun terakhir berdasarkan rekonstruksi curah hujan musiman di cekungan Sungai Kuning.

Kemudian Brasil timur laut mengalami kondisi kekeringan parah, dan sebagian wilayah pesisir barat laut dan Amerika Selatan bagian tenggara mengalami curah hujan yang intens dan banjir yang sering terjadi selama periode 1877-1878.

Studi-studi ini mengaitkan kondisi ekstrem tersebut dengan kondisi mirip El Niño di Pasifik.

“Sejauh pengetahuan kami, tampaknya belum ada analisis dan atribusi penyebab kekeringan skala global sebelumnya pada tahun-tahun sebelum, selama, dan setelah El Niño 1877-78.”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Netanyahu Buka Suara soal Kesepakatan Damai AS-Iran

Next Post

Kloter Pertama Jemaah Haji Aceh Tiba di Tanah Air

Next Post
PPIH Maksimalkan Layanan Debarkasi Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh

Kloter Pertama Jemaah Haji Aceh Tiba di Tanah Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

13/10/2026
Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

13/10/2026
Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

13/10/2026
Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

13/10/2026
MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

13/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Dunia Pernah Dilanda Kemarau Parah, Mati Kelaparan Capai 60 Juta Orang

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

Bupati Safaruddin Lepas Persada Abdya U-17 ke Babak 8 Besar Piala Soeratin di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com