KUALA LUMPUR – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penguatan kerja sama strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kunjungan akademik yang berlangsung pada 15 Juni 2026 di Kampus Perubatan UKM, khususnya Jabatan Kesihatan Awam, menjadi langkah konkret dalam mempererat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rombongan Prodi MKM FK USK dipimpin Koordinator Prodi MKM FK USK, Dr. Said Usman, M.Kes, didampingi Ketua Kegiatan Dr. Irwan Saputra, S.KM., M.Kes, serta diikuti mahasiswa Angkatan VIII dan sejumlah dosen, di antaranya Dr. Marthoenis dan Dr. dr. Ichsan. Delegasi USK disambut langsung oleh Ketua Jabatan Kesihatan Awam UKM, Prof. Dr. Azimatun, bersama jajaran akademisi dan peneliti Fakultas Perubatan UKM.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama yang berfokus pada peningkatan mobilitas akademik mahasiswa dan dosen. Program yang direncanakan mencakup pertukaran mahasiswa melalui short course, joint class, summer program, hingga magang akademik yang memberikan pengalaman belajar lintas negara. Selain itu, kerja sama juga mencakup program guest lecture, visiting professor, dan pengembangan materi pembelajaran bersama.
Kolaborasi ini turut diarahkan pada penguatan riset bersama di bidang kesehatan masyarakat, termasuk epidemiologi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, kesehatan berbasis komunitas, hingga pendekatan One Health. Melalui skema penelitian bersama, kedua universitas menargetkan lahirnya karya ilmiah berkualitas yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Dr. Said Usman menyatakan bahwa kerja sama antara Prodi MKM FK USK dan UKM mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga publikasi ilmiah bersama.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kapasitas akademik kedua institusi sekaligus memperluas kontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat di tingkat regional maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Azimatun menyampaikan apresiasi atas komitmen FK USK dalam memperkuat hubungan akademik dengan UKM. Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun memiliki potensi besar untuk melahirkan berbagai program unggulan yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. UKM juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan melalui pembentukan tim kerja bersama agar implementasi program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kerja sama antara FK USK dan UKM menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Universitas Syiah Kuala dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring penelitian internasional, dan memperkuat reputasi akademik di tingkat global. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.










