BLANGPIDIE — Pembangunan jembatan Mancang Riek di kawasan Gampong Tangan-Tangan Cut Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya, segera dilanjutkan setelah sempat terbengkalai selama hampir 10 tahun.
Jembatan merupakan akses vital karena bagi warga, sebab menghubungkan antara Gampong Tangan-Tangan Cut ke Ujung Tanoh, Kecamatan Setia termasuk dengan Kecamatan Tangan-Tangan.
Selama ini, masyarakat sangat mendambakan selesainya jembatan tersebut demi kelancaran mobilitas harian dan peningkatan ekonomi masyarakat antar-kecamatan.
Jembatan tersebut, pada tahun 2017 lalu pembangunannya sempat dirancang. Bahkan, sejumlah tiang pancang sudah berdiri di lokasi jembatan.
Namun, tanpa kejelasan, pembangunannya dihentikan dan anggarannya pun dipindahkan ke wilayah lain.
Keberadaan Jembatan Mancang Riek sangat vital karena menjadi penghubung empat desa, yaitu Desa Lhang, Ujong Tanoh, Tangan -Tangan Cut dan Mon Mameh.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Darma Musliandi atau yang akrab disapa Luken kepada para wartawan pada Selasa (07/07/2026) mengatakan, pada tahun anggaran 2026 ini, fokus utama kelanjutan proyek ditargetkan pada pembangunan struktur abutment atau kepala jembatan.
“Pembangunannya pekan ini dengan sumber anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp1,3 miliar lebih,” kata Luken.
Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan proses serah terima lapangan (Mutual Check Awal/MC-0) kepada pihak rekanan agar pengerjaan bisa langsung dipacu.
Luken menerangkan bahwa dengan alokasi anggaran yang tersedia saat ini, pengerjaan di tahun 2026 memang baru bisa difokuskan pada penyelesaian struktur bawah berupa abutment
Meski demikian, pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal agar realisasi di lapangan berjalan maksimal.
Sebagai bentuk keseriusan, Kabid Bina Marga bersama jajaran staf teknis Dinas PUPR Abdya juga telah turun langsung ke lokasi jembatan untuk melakukan peninjauan dan survei lapangan komprehensif pada Senin (06/07/2026) kemarin.
“Kami turun langsung bersama tim teknis untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan keakuratan data perencanaan teknisnya. Langkah awal peninjauan ini sangat penting dan krusial agar seluruh proses perencanaan berjalan dengan matang,” ujar Luken.
Ia berharap, dengan ketelitian sejak tahap awal ini, pembangunan infrastruktur jembatan ke depan tidak hanya tepat sasaran secara fungsional, tetapi juga memiliki ketahanan struktur yang prima demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasinya nanti.
“Nanti kelanjutan badan jembatan yang diprediksi 40 meter panjangnya akan kita usulkan kembali pada tahun depan,” pungkas Luken.










