Banda Aceh – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menyatakan kebakaran lahan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, meluas dan kini mencapai 25 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan awalnya lahan yang terbakar seluas 20 hektare.
“Hingga hari ketiga kebakaran, luas lahan yang terbakar meluas. Luas lahan terbakar hari pertama sekitar 20 hektare, kemudian meluas menjadi 23 hektare pada hari kedua. Hari ini, hari ketiga, lahan yang terbakar meluas dua hektare, sehingga total lahan terbakar mencapai 25 hektare,” katanya.
Ferdian Krisnanto mengatakan pihaknya sudah mengirim satu regu Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit guna memadamkan api yang membakar kawasan hutan tersebut.
Selain itu, kata dia, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera juga menyiagakan satu regu lainnya jika diperlukan tambahan personel. Pemadaman juga melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan.
“Lahan yang terbakar tersebut merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha yang berbatasan dengan kawasan konservasi. Sedangkan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan. Vegetasi lahan terdiri anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, sawit, dan lainnya,” katanya.
Ferdian Krisnanto mengatakan kondisi cuaca saat pemadaman pada hari kedua berlangsung cerah dari pagi hingga sore dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam. Sumber air dari saluran yang berada di kawasan tersebut.
“Akses menuju lokasi pemadaman kurang lebih satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Kondisi kebakaran saat ini api masih menyala. Tim kembali besok melakukan pemadaman lanjutan,” kata Ferdian Krisnanto.










