TAKENGON – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal membangun jembatan shortcut di wilayah Enang-enang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sehingga masyarakat memiliki tiga alternatif akses jalan yang dapat dilalui kedepannya.
“Alternatif ketiga, kita bikin shortcut di sebelah sana (kawasan Enang-enang,” kata Menteri PU Dody Hanggodo di Bener Meriah, Aceh, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Dody usai mengunjungi langsung jembatan Enang-enang dan berbincang dengan warga setempat untuk solusi pembangunan akses transportasi di sana pascabencana.
Sebagai informasi, jembatan atau kawasan Enang-enang merupakan jalan nasional akses lintasan yang menghubungkan Kabupaten Bireuen ke dataran tinggi Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues hingga ke Aceh Tenggara).
Dody mengatakan sebagai langkah penanganan, pemerintah berencana tidak membuat permanen lagi jembatan Enang-enang karena sudah tidak memungkinkan, sehingga hanya dilakukan penguatan saja supaya masyarakat tetap aman melintas.
“Jadi kalau kita permanenkan di situ, takutnya nanti itu kalau hujan deras, longsor lagi, tetap akan jadi masalah,” ujar dia.
Sebagai solusinya, lanjutnya, Kementerian PU bakal membangun jembatan shortcut di daerah tersebut. Dengan beban maksimum yang direncanakan hingga 30 ton. Sehingga dapat dilewati mobil angkutan barang.
“Kita bikin maksimum 30 ton (beban untuk jembatan ‘shortcut’,” katanya.
Dody menyampaikan, meski dibangun shortcut nantinya, jembatan Enang-enang awal tersebut juga tidak dirobohkan, dan dapat menjadi akses transportasi alternatif pertama untuk warga setempat atau kendaraan kecil.
Selain jembatan Enang-enang, lanjut dia, Kementerian PU juga bakal membuat jembatan lainnya di kawasan Werlah Kecamatan Pintu Rime Gayo lainnya yang selama pascabencana ini menjadi jalur alternatif masyarakat menuju ke Kabupaten Aceh Tengah.
Tak hanya jembatan, di jalur Werlah tersebut (jalan kabupaten), pemerintah juga memperlebar jalan di sana menjadi enam meter (sebelumnya empat). Sehingga, kedepannya ada tiga jembatan alternatif yang dapat dilalui.
“Alternatif yang kedua bagi masyarakat (jembatan Werlah). Alternatif ketiga, kita bikin shortcut di sebelah sana (dekat jembatan Enang-enang) kalau ke Werlah mungkin agak jauh. Jadi nanti akan ada tiga alternatif jalan bagi masyarakat,” kata Dody Hanggodo.










