Jakarta – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mau memperkuat kekuatan nuklirnya “baik dari segi kualitas maupun kuantitas”.
Dalam rapat pleno Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, Kamis (9/7), Kim Jong Un mengatakan perdamaian dan keamanan Korut hanya dapat terjamin melalui “militer yang kuat” serta kemampuan untuk membendung seluruh ancaman.
Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan peningkatan kekuatan nuklir ini merupakan bagian memodernisasi militer dan meningkatkan kesiapan tempur Korut.
Di antara langkah-langkah militer yang diputuskan dalam rapat itu adalah keputusan untuk “memperkuat kekuatan nuklir baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta melanjutkan rencana standarisasi, spesialisasi, dan modernisasi pangkalan militer”.
Menurut KCNA, infrastruktur teknis sistem tempur juga akan ditingkatkan, dan Pyongyang akan berupaya “mempercepat pembangunan pangkalan angkatan laut modern”.
Awal bulan ini, Kim Jong Un juga mengawasi uji coba persenjataan kapal perusak angkatan laut Kang Kon yang berbobot 5.000 ton. Kapal tersebut sempat terbalik saat upacara peluncurannya tahun lalu, namun kemudian berhasil diperbaiki.
Kim Jong Un juga telah berjanji untuk melengkapi angkatan laut Korea Utara dengan persenjataan nuklir.
Dikutip AFP, Pyongyang berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara berkekuatan nuklir yang “tidak dapat diputar balik”.
Keteguhan itu juga membuat pertemuan puncak pada 2019 antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trum, di Hanoi gagal mencapai kesepakatan mengenai cakupan denuklirisasi dan pelonggaran sanksi Korut.
Negara yang tertutup tersebut saat ini masih dikenai berbagai rezim sanksi internasional terkait program nuklirnya.
Sementara itu, Korut secara teknis masih berada dalam keadaan perang dengan Korea Selatan karena perang antara kedua negara pada 1950-1953 hanya berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.










